Terkini.id, Jakarta – Belum lama ini, Luhut Binsar Pandjaitan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), menyampaikan pernyataan yang mengejutkan bahwa utang pemerintah saat ini masih dalam tahap terkendali.
Lebih jauh, Menko Marves bahkan menegaskan bahwa utang negara senilai Rp 6.000 triliun saat ini merupakan utang produktif dengan rasio utang yang normal di bawah 60 persen dari produk domestik bruto (PDB).
Maka dari itu, menurut Luhut, tidak ada masalah dengan utang senilai Rp6.000 triliun tersebut sejauh utang itu merupakan utang produktif.
Tak berhenti disitu, Luhut juga menyebut bahwa utang negara tersebut dapat membantu proses pembangunan dan rakyat pun bisa menikmatinya.
Menariknya, dikatakan Luhut bahwa kini negara tengah memasimalkan utang negara tersebut sekaligus akan digunakan untuk kebutuhan masyarakat Indonesia.
- Luhut Nilai Prabowo Subianto Sebagai Sosok Pintar
- Luhut Sebut Sudah Tahu Gembong Ekspor Nikel ke China
- Luhut Yakin Indonesia Bisa Jadi Negara Berpendapatan Tinggi, Kapan?
- Kritik Subsidi Mobil Listrik, Said Didu Berikan Contoh Alur Merampok Rakyat Melalui Kebijakan
- Rocky Gerung Singgung Pemberontakan G30S PKI usai Luhut Bantah Indonesia Dikuasai China
Pernyataan Luhut Binsar Pandjaitan tersebut lantas menuai sorotan dai berbagai pihak, salah satunya dari jurnalis senior, Farid Gaban.
Melalui akun Twitter pribadinya @faridgaban, jurnalis senior tersebut nampak mempertanyakan pihak mana yang menikmati utang seperti yang dikatakan Luhut. Dilansir dari Galamedia. Jumat, 17 Desember 2021.
“Siapa menikmati utang?,” ujarnya dari akun Twitter @faisalgaban.
Dalam unggahannya, Farid Gaban juga turut menyertkan data pengeluaran pemerintah pusat.
Dikatakan Farid Gaban, sebagian besar anggaran digunakan untuk membayar gaji dan fasilitas aparat negara.
“Data pengeluaran pemerintah pusat ini menunjukkan sebagian besar anggaran dipakai utk gaji dan fasilitas aparat negara,” ujarnya.
Mirisnya, jurnalis senior tersebut menegaskan bahwa subsidi yang digunakan untuk publik itu pun semakin mengecil.
“Prosentasi makin besar utk bayar utang. Subsidi publik mengecil,” katanya.
Unggahan Farid Gaban tersebut rupanya turut dibanjiri komentar beragam dari netizen.
“Enak sekali menjadi para pejabat, foya-foya hutang yang bayar rakyat,” ujar akun @wgs1996.
“Berarti, secara tidak langsung, gaji juga dibayar pakai utang,” ujar akun @RidwanPasarib18.
“Gali lobang tutup bagian lobang! Orang lain yang terperosok. Nasib!,” kata akun @AmanFatHa.
“Hutang dinikmatin….dimana mana juga hutang itu dibayar..MIKIRRR..!!!,” ucap akun @omesbe.
“SBY rezim subsidi, pak joko rezim cicilian,” kata akun @ponopro.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
