Tak Akan Dipilih Lagi! Pengamat: Simpati Publik ke Partai ‘Pengusul Tunda Pemilu’ Turun Drastis

Terkini.id, Jakarta – Pengamat politik Ujang Komarudin menyebut simpati publik turun drastis ke para pengusul wacana penundaan pemilu.

Diketahui sebelumnya tiga ketua umum partai politik mengusulkan perpanjangan masa jabatan presiden.

Mereka yaitu Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Baca Juga: Peneliti BRIN: Saya Sering Diskusi dengan Pak Airlangga, Kelihatan dia...

Ujang juga menklaim para pengusul tersebut menyampaikan wacananya karena terpaksa.

Menurutnya ada sosok di balik mereka yang menginginkan uji publik terkait gagasan tersebut. Akibatnya para pengusul yang secara terang-teranganlah yang menerima dampaknya.

Baca Juga: Soroti Pernyataan Megawati Polemik Tukang Bakso, Ujang Komarudin: Partai Wong...

“Konsekuensi ketiganya sulit mendapat simpati publik, karena publik tak mau tunda pemilu,” ujar Ujang pada Selasa 8 Maret 2022.

Ketiga ketua partai ini juga mengatasnamakan rakyat ketika mengajukan usulan tersebut.

Namun ternyata pria yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini menyebut mayoritas publik justru mengatakan sebaliknya.

Baca Juga: Soroti Pernyataan Megawati Polemik Tukang Bakso, Ujang Komarudin: Partai Wong...

Sementara itu, pengamat politik M. Jamiluddin Ritonga juga mengatakan partai politik tersebut bakal mendapatkan hukuman dari masyarakat.

“PKB, Golkar, dan PAN akan mendapat sanksi dari masyarakat. Sanksinya dapat berupa perubahan image tiga partai tersebut oleh masyarakat,” ucap Ritonga dilansir dari sinpo.id.

Ritonga bahkan menilai publik tidak bakal memilih siapapun calon dari partai tersebut.

Sebab ketika berkuasa bisa saja mereka mengajukan usulan tersebut kembali. Tentu dengan demikian bakal merusak iklim demokrasi di tanah air

“Masyararakat akan menghukumnya dengan tidak memilih tiga partai tersebut, baik caleg maupun capres yang diusungnya,” ungkap Ritonga.

Bagikan