Taliban: Ashraf Ghani Dilarang Berpolitik Oleh UEA dari Pengasingan

Terkini.id, Jakarta – Taliban mengungkapkan bahwa Uni Emirat Arab (UEA) telah melarang Ashraf Ghani, Mantan Presiden Afghanistan untuk melakukan aktivitas apapun terkait politik dari pengasingan.

Hal ini diungkapkan oleh Ahmadullah Wasiq, Wakil Juru Bicara Taliban melalui cuitannya di Twitter. Lebih lanjut, Wasiq turut mengungkapkan bahwa ada dua pejabat Afghanistan lainnya yang dilarang dan dicegah untuk ikut campur dalam urusan politik di Afghanistan yang saat ini dipimpin oleh Taliban, yakni Mantan Penasihat Keamanan Nasional, Ghani Hamdullah Mohib dan Gubernur Provinsi Balikh. Atta Muhammad Noor.

“UEA telah melarang semua pejabat di pemerintahan Ashraf Ghani yang tinggal di Dubai dan kota-kota lain. Pembatasan ini termasuk Ashraf Ghani, Atta Noor dan Mohib,” tulis Wasiq yang dikutip dari Voi.id, tanggal 30 November 2021.

Baca Juga: Singapura Tegaskan Larang Buku Kartun Politik yang Tampilkan Gambar dan...

Kendatipun tidak ada keterangan resmi dari pihak Abu Dhabi mengenai pelarangan ini. Namun, terdapat laporan bahwa keputusan UEA terkait pelarangan berpolitik berlaku setelah pejabat UEA dan Taliban melangsungkan pembicaraan rahasia.

Selain itu, UEA turut mengumumkan keinginannya untuk mengelolah Bandara International Kabul Hamid Karzai. Serangkaian diskusi pun sudah terjadi dalam beberapa pekan terakhir ini. Adapun topik yang mereka bahas yakni mengenai pengoperasian bandara. Yang mana Bandara International Kabul Hamid Karzai merupakan jalur udara utama di Afghanistan.

Baca Juga: Singgung Luhut, Kritikus Politik: Merasa Paling Hebat Faktanya Nol Besar

Lebih lanjut, UEA diberitakan tengah mencari lebih banyak pendukung di Afghanistan. Hal ini dibuktikan dengan keikutsertaan Qatar dan Turki dalam membantu memberikan keamanaan di bandara.

Bagikan