Tanggapi Moeldoko, Chusnul Chotimah: Kadrun Memang Musuh Banyak Negara

Tanggapi Moeldoko, Chusnul Chotimah: Kadrun Memang Musuh Banyak Negara

R
R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Chusnul Chotimah menanggapi pernyataan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko yang menyebut bahwa India dan Indonesia memiliki kepentingan yang sama dalam menghadapi radikalisme dan ekstremisme.

Ia menyebut bahwa kelompok kadal gurun atau kadrun memang menjadi musuh di banyak negara.

“Kadrun memang musuh banyak negara,” kata Chusnul Chotimah melalui akun Twitter pribadinya pada Jumat, 10 Desember 2021.

Sebelumnya, Moeldoko menyampaikan dukungannya terhadap penguatan kerja sama antara Indonesia dan India, khususnya di bidang pertahanan.

Dalam pertemuannya dengan Deputy National Security Advisor (NSA), Pankaj Saran dan Dubes India untuk Indonesia, Manoj Kumar Bharti, Moeldoko menyebut ada beberapa hal yang menjadi kesamaan kepentingan antara Indonesia dan India.

Baca Juga

Selain sama-sama menjadi negara dengan jumlah penduduk terbesar dunia, kedua negara juga memiliki pangsa pasar yang luar biasa dan kepentingan geopolitik.

Sebagai seorang mantan Panglima TNI, Moeldoko pun mengaku tak meragukan kapasitas India dalam membangun sistem militer yang kuat.

“Kita punya kepentingan yang sama dalam menghadapi radikalisme dan ekstremisme. Oleh karenanya, kita bisa kembangkan kerja sama untuk membangun hubungan yang semakin kuat dalam sektor pertahanan,” kata Moeldoko pada Kamis, 9 Desember 2021, dilansir dari Sindo News.

Dalam kesempatan yang sama, Deputy NSA, Pankaj Saran menjelaskan bahwa perubahan situasi global membuat kerja sama antara Indonesia dan India menjadi sangat penting.

“Kita sama-sama negara maritim yang berbatasan langsung dengan laut. Namun sayangnya kita belum memaksimalkan potensi kerja sama ini untuk membuat kawasan yang lebih aman,” kata Pankaj Saran.

Sementara, Dubes India untuk Indonesia, Manoj Kumar Bharti menyampaikan bahwa bentuk kerja sama khususnya di bidang pertahanan antara Indonesia dan India akan berfokus pada dua hal, yakni transfer teknologi dan local manufacturing.

“Artinya, walaupun semua pengetahuan teknologi pertahanan berasal dari India, namun nantinya proses pembuatannya akan dilakukan di Indonesia oleh tenaga-tenaga terampil lokal Indonesia,” ungkapnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.