Terkini.id, Soppeng – Level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di mayoritas daerah di Sulsel kembali dinaikkan. Penyebabnya, capaian vaksinasinya tergolong masih rendah. Termasuk di kabupaten Soppeng.
Meski angka positif Covid-19 dikabupaten Soppeng melandai selama satu bulan terakhir, namun pemerintah pusat memasukkan syarat vaksinasi untuk menentukan level PPKM. Jika capaiannya belum sampai 40%, maka belum bisa turun ke PPKM Level 2.
Khusus di Soppeng capaian vaksinasi untuk dosis pertama telah mencapai 43,90 persen atau 83.918 orang. Sedangkan dosis kedua, masih 28,64 % atau 54.751 orang dari 191.150 sasaran.
Jika mengacu dari data terakhir di dinas kesehatan Kabupaten Soppeng vaksin dosis pertama telah Melawati angka 40 persen dan bisa dinyatankan untuk turun dari PPKM level 3 ke PPKM level 2.

Selain Itu Soppeng juga di target pencapaian vaksinasi di akhir tahun harus mencapai 70 persen hal ini Beberapa waktu lalu Sekrataris Daerah Soppeng Andi Tenri sessu mengeluarkan edaran agar seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan PHTL wajib divaksin dengan menegaskan bahwa PHTL yang tidak pernah Vaksin Covid-19 dan PNS ,tidak dibayarkan TPPnya dan tidak diberikan honornya.
- Samsat Soppeng Bagi-bagi Dorporize Bagi Masyarakat yang Melakukan Vaksinasi
- Minggu Ini, Plt Camat Lalabata Soppeng Target 70 Persen Percapatan Vaksinasi Covid 19
- Wakil Bupati Soppeng Pantau Vaksinasi di Desa dan Kelurahan
- Samsat Soppeng Gelar Vakasinasi Covid-19
- Besok, Organisasi Wanita Se-Soppeng Gelar Vaksinasi Massal
Kepala bidang pengendalian dan pemberantasan penyaki (P2P) dinas kesehatan kabupaten soppeng,Ernawati, mengungkap bahwa pemerinrah Soppeng di target vaksinasi harus mencapai 70 persen di akhir tahun 2021.
“Kita diterget diakhir tahun capaian vaksinasi di kabupaten Soppeng harus 70 persen”
Lanjut bahwa pihaknya juga terus melakukan vaksinasi,didesa-desa, di sekolah dan di media center gugus tugas covid 19 soppenh.
” Ini terus kita genjot, didesa-desa dan sekolah-sekolah, karna data saat ini untuk vaksin pertama telah mencapai 43 persen”
Ernawati juga meminta masyarakat agar tidak takut divaksin. Termasuk tidak mempercayai informasi-informasi hoaks, maupun pilih-pilih vaksin. Sebab semua jenis vaksin yang dipakai pemerintah untuk warga, sudah melalui uji klinis hingga beberapa tahap.
Ditambah lagi, lanjut dia, semua dosis vaksin yang disiapkan untuk warga tidak dipungut biaya alias masih gratis. Karena itu, harus segera divaksin. Ditambah berbagai layanan saat ini, mensyaratkan wajib sudah divaksinasi.
“Saya harap kepada masyarakat agar tidak takut divaksin. Vaksin memang meki’ sekarang, mumpung masih gratis dan dosisnya tersedia. Vaksin ini aman dan halal.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
