Terkini.id, Jakarta – Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla turut menanggapi soal usulan penundaan pemilu yang dikemukakan sejumlah pemimpin partai politik.
Jusuf Kalla menegaskan dirinya tidak setuju pemilu diundur karena hal itu sama saja dengan melanggar konstitusi bangsa.
Dilansir dari Kompas, ia mengingatkan bahwa jika kita tidak taat kepada konstitusi, maka negeri ini akan ribut.
“Pemilu diundur itu tidak sesuai konstitusi, Iya, tidak setuju,” tegas Jusuf Kalla saat ditemui pada Peringataan Satu Abad Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), di Jakarta, Senin, 28 Februari 2022.
kKetua Dewan Masjid Indonesia ini menyatakan bahwa seluruh elemen bangsa harus taaat pada konstitusi.
- Parmusi Sulsel Serukan Tabayyun Terkait Isu Jusuf Kalla
- Beredar Seruan Aksi Dukungan untuk JK,KALLA Minta Semua Pihak Menahan Diri
- Pidato Jusuf Kalla Dipolemikkan, LBH Hidayatullah: Tidak Ada Penistaan Agama!
- Beredar Video JK Disebut Terbang ke Teheran, Jubir Sebut Cuma ke Negara-negara ASEAN
- Tanah Dibeli 30 Tahun Lalu, JK Heran Tiba-Tiba Ada yang Datang Mau Merampok Lahannya di Depan TSM Makassar
Maka, karena konstitusi sudah mengamanatkan Pemilihan Umum digelar lima tahun sekali, hal tersebut harus dipatuhi.
“Sebagai bangsa, sebagai rakyat kita taat konstitusi. Konstitusi mengatakan (pemilu) lima tahun, yah lima tahun,” kata Jusuf Kalla.
“Kalau kita tidak taat konstitusi maka negeri ini akan ribut,” tukas sambungnya.
Sebelumnya Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar mengusulkan agar Pemilu 2024 ditunda.
Wakil Ketua DPR ini mengeklaim bahwa banyak yang setuju dengan usulan penundaan Pemilu 2024 tersebut.
Selain itu, Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto juga sempat mengatakan akan menyampaikan aspirasi masyarakat yang menginginka perpanjangan masa jabatan Presiden Joko WIdodo.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
