Masuk

Tegaskan Soal Fatwa Haram, MUI Sebut Cyber Army Bagian Dari Jihad

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Sekretaris Jenderal MUI, Amirsyah Tambunan buka suara terkait rencana pembentukan cyber army oleh MUI DKI.

Dikutip dari detikcom, awalnya Amirsyah membahas tentang pentingnya bermuamalah dengan sesama di media sosial maupun di dunia nyata. Salah satunya terkait penyampaian informasi berdasarkan keimanan.

“Setiap muslim wajib menyampaikan informasi mendasarkan pada keimanan dan ketakwaan, kebajikan (mu’asyarah bil ma’ruf), persaudaraan (ukhuwwah), saling wasiat akan kebenaran (al-haqq) serta mengajak pada kebaikan (al-amr bi al-ma’ruf) dan mencegah kemungkaran (al-nahyu ‘an al-munkar),” kata Amirsyah dalam keterangannya, Minggu 21 November 2021.

Baca Juga: Haram Membiarkan Ketidakadilan Dalam Distribusi Tanah, MUI Ingatkan Kewajiban Pemerintah

Ia meminta semua pihak memperhatikan nilai-nilai tersebut. Hal itu sangat penting guna mendukung peran serta para ulama untuk kepentingan amar makruf nahi munkar.

Lalu, ia pun menyinggung hal-hal yang diharamkan dalam konteks cyber army. Mulai dari gibah hingga adu domba.

“Sebaliknya, haram hukumnya melakukan; pertama, gibah adalah penyampaian informasi faktual tentang seseorang atau kelompok yang tidak disukainya,” jelas Amirsyah.

Baca Juga: Soal Pernyataan Ma’ruf Amin, Anwar Abbas: MUI Harus Ingatkan Umat Memilih Capres Cawapres Terbaik

“Kedua, fitnah adalah informasi bohong tentang seseorang atau tanpa berdasarkan kebenaran yang disebarkan dengan maksud menjelekkan orang,” lanjutnya.

“Ketiga, namimah adalah adu domba antara satu dengan yang lain dengan menceritakan perbuatan orang lain yang berusaha menjelekkan yang lainnya kemudian berdampak pada saling membenci,” tuturnya.

Amirsyah pun mengaku telah melakukan tabayun dengan Ketua MUI DKI Munahar Muchtar terkait program cyber army yang tengah ramai diperbincangkan.

“Jadi setelah tabayun terkait program melawan berita hoax, wajib melakukan semacam program ‘Jihad Cyber Army‘ ini yang dimaksud Ketua MUI DKI Munahar. Jadi Fatwa MUI bagi buzzer haram (apabila) melakukan gibah, fitnah, dan namimah. Sebaliknya wajib melakukan amar makruf nahi mungkar,” tegasnya.

Baca Juga: Maruf Amin Berharap Ketua MUI Ikuti Jejaknya: Ada Lagi Ketum Jadi Wapres Bahkan Presiden

Amirsyah pun meminta kepada aparat penegak hukum untuk memberikan sanksi efek jera kepada buzzer yang terbukti melakukan fitnah, adu domba dan kebohongan yang meresahkan umat dan bangsa.

Sebelumnya diberitakan, MUI DKI berencana membentuk tim cyber army. Tim ini dibentuk untuk melawan buzzer yang menyerang ulama dan juga Anies Baswedan.