Temukan Lelaki Idaman Lain di PUBG, Wanita Ini Ceraikan Suaminya

PUBG
Game online PUBG. (foto: ilustrasi)

Terkini.id – Game online merupakan sebuah candu, kamu pastinya setuju akan hal itu. Candu ini juga berlaku pada game Player Unknown’s Battleground (PUBG) yang sedang populer.

PUBG merupakan sebuah game yang mulai naik daun sejak dirilis versi mobile-nya. Game ini di-update secara rutin dan selalu mendapat tambahan fitur baru, sehingga jumlah pemainnya pun semakin bertambah.

Di balik kepopuleran game yang tak hanya digandrungi kaum lelaki ini melainkan juga kaum wanita, ternyata PUBG dapat menimbulkan kejadian yang memiriskan, seperti yang dialami pasangan suami istri ini.

Akibat kecanduan permainan PUBG, hubungan rumah tangga pasangan suami istri ini retak, hingga akhirnya bercerai.

Dilansir dari The Indian Express, Minggu 20 Mei 2019, seorang ibu muda di India belum lama ini menghubungi layanan konsultasi perempuan dan mengutarakan keinginannya untuk bercerai.

Namun alasan yang disampaikan perempuan berusia 19 tahun asal Ahmedabad itu cukup membuat heran.

Pasalnya, kepada layanan konsultasi itu, perempuan tersebut mengungkapkan bahwa dirinya ingin bercerai dari suaminya saat ini agar dapat menikah dengan pria yang dikenalnya di game online PUBG.

Perempuan itu mengatakan jika dirinya menjadi terpikat dengan seorang pria yang bermain game tersebut secara rutin.

Ia juga mengetahui bahwa kenalannya dalam game PUBG tersebut tinggal tak jauh dari rumahnya.

Namun, wanita ini tak mengungkapkan apakah dirinya pernah bertemu secara langsung atau belum dengan kenalannya tersebut.

Menanggapi permintaan wanita tersebut, Abhayam menugaskan tim konseling untuk mengunjungi perempuan itu dan keluarganya.

Setelah adanya konseling, ditemukan bahwa masalah dari perempuan tersebut adalah kecanduan game PUBG. Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan ponselnya dibanding dengan keluarga.

Sonal Sagathiya, dari tim konseling yang bertemu dengan perempuan itu, menasihatinya untuk mempertimbangkan kembali keinginannya bercerai.

“Kami kemudian menawarkan agar dia tinggal di pusat rehabilitasi di Ahmedabad, tetapi dia menolak dengan alasan di sana tidak mengizinkan penggunaan ponsel,” kata Sagathiya.

Kebijakan dari layanan bantuan Abhayam, kata dia, adalah para penasihat tidak boleh memaksakan keputusan kepada wanita itu dan hanya menasihatinya tentang pilihan yang ada.

“Wanita itu mengatakan perlu waktu untuk memikirkannya kembali dan akan menghubungi saluran layanan bantuan jika dia membutuhkan bantuan lebih lanjut,” ujar Sagathiya.

Kasus tersebut baru pertama kali ditemukan layanan konsultasi Abhayam

PUBG
Game online PUBG. (foto: ilustrasi)

Sementara itu, Kepala proyek saluran bantuan Abhayam 181 Narendrasinh Gohil mengatakan, rata-rata layanan itu menerima sekitar 550 panggilan telepon setiap hari.

Dari jumlah tersebut, sekitar 90 di antaranya ditindaklanjuti oleh tim penasihat yang mengunjungi kediaman penelepon.

“Tapi ini adalah yang pertama kalinya kami menemukan kasus seperti ini. Biasanya, para ibu yang menelepon mengeluhkan tentang anak-anak mereka yang kecanduan PUBG,” kata Gohil.

Diketahui, kasus perceraian dalam keluarga karena pengaruh game PUBG ini sudah beberapa kali terjadi di daerah Timur Tengah.

Berita Terkait
Komentar
Terkini