Terkini.id, Makale – Usaha Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lakipadada untuk membebaskan warga gangguan jiwa yang dipasung yang diberi nama “Tatapan” berbuah manis. Berkat inovasi tersebut RSUD Lakipadada Tana Toraja meraih penghargaan dari Ini pemerintah Propinsi Sulawesi Selatan dalam rangka Kompetisi Inovasi Sinovik 2020.
Diketahui program tersebut diluncurkan pada bulan Januari tahun 2018 lalu dan dipertandingkan ke tingkat propinsi noyvember 2019 lalu.

“Diluncurkan tahun 2018. Puji Tuhan saat dipertandingkan masuk 30 top propinsi mewakili Sulsel ke nasional,” ujar Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa (Psikiater) di RSUD Lakipadada, Tana Toraja dr Kristanty Randa Arung, M.Kes, Sp.KJ saat dihubungi redaksi terkini.id.
Lebih lanjut Kristanty menjelaskan latar belakang program adalah karena tingginya kasus pasung yang ada di wilayah Kabupaten Tana Toraja, sehingga diperlukan suatu inovasi yang bersinergi, bukan hanya tim dari RSUD Lakipadada, tapi juga lintas sektor dan lintas program.

“Inovasi ini juga melibatkan Pemda Tana Toraja (melalui bagian Kesgra), Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Puskesmas, Kecamatan, Kelurahan, Satpol-PP hingga pihak Kepolisian, bersatu padu untuk melepaskan pasien pasung dari tempat pasungnya,”terang dia.
- Cetak SDM Pertanian Siap Kerja, 180 Mahasiswa Polbangtan Kementan Kantongi Sertifikasi Kompetensi
- Sekda Sulsel Ajak Perbankan dan Serikat Pekerja Bangun Ekonomi Inklusif
- Tembus Barisan Kedua, Veda Ega Pratama Start Posisi 6 di Moto3 Prancis 2026
- Dokter Koboi Kenang Sosok Almarhum Brigjen Farid Armansyah, Dokter Jenderal Pertama Asal Makassar
- Muslim Woman Space Gelar 'MWS Connect Day 2026' Hadirkan Ruang Aman bagi Perempuan untuk Bertumbuh
Masih kata dia, pemasungan terhadap ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) merupakan pelanggaran HAM berat, jadi perlu dilakukan upaya untuk pembebasan pasien pasung disertai dengan dukungan keluarga dan pengobatan yang optimal, maka ODGJ bisa mendapatkan kembali hak hidup mereka layaknya orang normal.
“Hingga Oktober 2020, kami sudah membebaskan 19 orang dari Kabupaten Tana Toraja dan 8 orang dari Toraja Utara,”pungkasnya.
Terakhir, Kristanty menyampaikan kalau hasil tidak akan mengkhianati usaha.
“Sangat bahagia kareba hasil tidak akan mengkhianati usaha. Kerja keras tim Toraja Tanpa Pasung bisa berbuahkan prestasi, bukan hanya kami mampu “memanusiakan kembali manusia” yang telah dipasung puluhan tahun, tetapi juga mendapatkan penghargaan dari pemerintah,” tutupnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
