Terungkap Nama Pelaku Penyiraman Air Keras Terhadap Novel Baswedan

Tulisan ini adalah kiriman dari Citizen, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Laporkan tulisan
Novel Baswedan (Sumber: detik.com)

Terkini.id, Jakarta – Nama dua polisi pelaku penyiraman penyidik KPK Novel Baswedan diungkap sebagai fakta terbaru.

Ketika rapat Komisi III DPR bersama Kejaksaan Agung, nama dua polisi ini muncul saat ST Burhanuddin selaku Jaksa Agung menjelaskan perkembangan kasus ini yang mendapat banyak perhatian.

“Pihaknya telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus penyerangan terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan. Dari SPDP tersebut, diketahui dua nama penyiraman air keras kepada Novel”, kata Burhanuddin yang dilansir dari detik.com, Kamis, 16 Januari 2020.

Pada rapat kerja dengan Komisi III DPR RI yang berlangsung pada hari Kamis, 16 Januari 2020 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Burhanuddin mengatakan bahwa perkara penyerangan Novel Baswedan, kami telah terima SPDP atas nama tersangka Rahmat Kadir dan Ronny Bugis

Sebelumnya, pada hari Kamis, tanggal 26 Desember 2019, pelaku penyerangan Novel ditangkap di kawasan Cimanggis dan keesokan harinya ditetapkan sebagai tersangka.

Menarik untuk Anda:

Ketika dipindahkan dari Polda Metro Jaya ke Bareskrim Polri pada hari Sabtu, tanggal 28 Desember 2019, pelaku atas nama Ronny Bugis berteriak bahwa Novel adalah pengkhianat.

“Tolong dicatat, saya nggak suka sama Novel karena dia pengkhianat!”, teriak Ronny seperti yang dikutip dari detik.com

Terkait dengan proses hukum atas kasus ini, Novel menyerahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian. Novel pun tidak kaget dan sejak awal mengetahui bahwa pelaku penyerangan terhadap dirinya adalah polisi yang berstatus aktif.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Selama 22 Tahun di MotoGP Inilah Jatuh Bangun Perjalanan Karier Valentino Rossi

Rapat Virtual Satgas Penegakan Hukum LHK, Dirjen Gakkum: Lakukan Penegakan Hukum yang Berkualitas dan Berkeadilan

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar