Terus Bertambah, Korban Kerusuhan Kanjuruhan Mencapai 130 Orang Tewas dan 187 Orang Masih dalam Perawatan

Terus Bertambah, Korban Kerusuhan Kanjuruhan Mencapai 130 Orang Tewas dan 187 Orang Masih dalam Perawatan

R
Niawati
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta — Berita duka kembali hadir di ranah sepak bola Indonesia. Malam tadi, terjadi kerusuhan di stadion Kanjuruhan usai laga antara Arema vs Persebaya yang memakan ratusan korban jiwa. Terus bertambah, korban kerusuhan Kanjuruhan kini menjadi 130 orang tewas, sementara 187 lainnya masih dalam perawatan . 

“Korban meninggal 130 orang,” ujar drg Wiyanto Wijoyo selaku  Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang pada Minggu, 02 Oktober 2022 pukul 10.40 WIB. Dikutip dari detikJatim.

Tak hanya itu saja, dalam sebuah postingan @AremaFC pun mengungkapkan bahwa ambulan masih belum berhenti memasuki RSSA membawa suporter yang menjadi tragedi Kanjuruhan. 

Masih belum berhenti ambulan masuk ke RSSA membawa suporter korban tragedi Kanjuruhan. Bapak Menkes juga sudah di RSSA Kota Malang melakukan rapat koordinasi penanganan #PrayForKanjuruhan.” Tulis akun Arema Indonesia itu. 

Seperti yang diketahui,  Pada Sabtu, 01 Oktober 2022, telah terjadi kerusuhan besar di stadion Kanjuruhan setelah pertandingan antara Arema vs Persebaya.

Baca Juga

Pertandingan antara Arema dan Persebaya awalnya berlangsung lancar. 

Namun, kerusuhan sendiri terjadi ketika Persebaya memenangkan pertandingan dengan skor 3-2 atas Arema.

Kekalahan tersebut membuat suporter Arema menjadi kecewa selaku tuan rumah. Kekecewaan itu semakin menjadi saat pertandingan berakhir, para suporter mulai turun ke lapangan guna mencari pemain. Tak hanya turun ke lapangan, para pendukung juga sempat melempar barang-barang dari tribun ke arah lapangan. 

Sedangkan para pemain sendiri sudah berlari meninggalkan lapangan karena situasi yang sudah tak kondusif. 

Petugas keamanan sempat mengejar dan mengamankan para suporter yang hendak berlari turun ke lapangan sebagai upaya pencegahan. Petugas keamanan pun sempat menembakan gas air mata untuk meredakan situasi.

Saat gas petugas menembakkan gas air mata, para penonton berlari saling desak-desakkan dan terinjak-injak penonton yang hendak menyelamatkan diri masing-masing.

Sayangnya situasi semakin tak terkendali. Kapasitas stadion yang overload semakin memperparah keadaan sehingga para penonton sulit untuk segera keluar dari stadion. Selain kondisi stadion yang overload, akses keluar masuk penonton pun sulit untuk dijangkau dikarenakan tempat parkir yang penuh.

Hal tersebutlah yang diduga menjadi penyebab banyaknya korban yang berjatuhan dan sulit untuk diselamatkan. 

Sampai berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.