Tidak Perlu Sibuk, Pj Gubernur DKI Jakarta Biarlah Jadi Urusan Presiden Jokowi

Terkini.id, Jakarta – Masa jabatan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta akan berakhir pada 16 Oktober 2022.

Merespons hal tersebut, nama-nama yang diproyeksikan untuk menjadi Penanggung Jawab Sementara (Pj) gubernur sekarang sudah mulai ramai dibicarakan.

Nama-nama para calon pun kini semakin mengerucut menjadi tiga nama saja. Adapun ketiga nama tersebut yaitu Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono; Sekda DKI Jakarta Marullah Matali; dan Deputi IV Kantor Staf Presiden (KSP), Juri Ardiantoro.

Baca Juga: Ruhut Sitompul ‘Sindir’ Anies Baswedan: Mau Begini Presiden RI 2024,...

Ketua Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ), Endriansah alias Rian, melihat mulai terjadi pergerakan politik dari nama-nama yang digadang-gadang menjadi pengganti Anies Baswedan.

“Ada yang mulai kasak-kusuk hingga berupaya mencari dukungan,” kata Rian, Rabu 25 Mei 2022, dilansir dari Liputan6.

Baca Juga: Anies Ubah Nama Jalan, Gun Romli : Bisanya Bikin Orang...

Selanjutnya Rian juga mendorong nama-nama yang sudah santer disebut sebagai calon Pj Gubernur agar fokus saja bekerja di bidangnya masing-masing.

“Saran ini juga berlaku untuk Sekda DKI. Biarlah Pj Gubernur jadi urusan Presiden Jokowi,” ujar Rian.

Lebih lanjut Rian sendiri mengaku lebih condong Pj Gubernur DKI dipimpin oleh kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemendagri.

Baca Juga: Anies Ubah Nama Jalan, Gun Romli : Bisanya Bikin Orang...

“Pengganti Anies harusnya pejabat ASN yang memiliki integritas tinggi dan paham akan tata kelola dan pembangunan di Jakarta,” jelas Rian.

Lebih lanjut ia menegaskan Pj Gubernur DKI harus bebas dari kepentingan politik. Agar tak ada keberpihakan saat pesta demokrasi berlangsung pada 2024.

“Jangan dipilih untuk kepentingan politik praktis di 2024 nanti. Jika nanti Pj yang ditunjuk memihak, maka akan rusaklah birokrasi dan sistem politiknya,” kata Rian.

Bagikan