Mantan calon Wakil Presiden RI itu menjelaskan sektor pariwisata dan industri kreatif menjadi salah satu penyumbang terbesar bagi devisa negara.
Adapun tiga sub sektor yang diunggulkan, kata dia yakni kuliner menyumbang 18 persen penghasilan. Kemudian fashion menyumbang 42 persen dan kriya yang memiliki 15 persen kontribusi terhadap Indonesia.
“Jadi saya harap hal tersebut bisa dijadikan lapangan pekerjaan yang luas,”tandasnya.
Ia juga menjelaskan lebih dari 90 juta orang menikmati manfaat daripada pariwisata. Hal ini merupakan peluang usaba bagi kaum milenial dan Gen Z.
Terlebih, pariwisata dan industri kreatif di masa depan akan digenggam oleh anak muda di Indonesia. Sehingga, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pun mendorong dengan tiga langkah strategi utama.
- Rektor Universitas Balikpapan Sambangi Pj Gubernur Sulsel, Bahas Konektivitas Sulsel dan Inovasi untuk IKN
- Ingin Tahu Seperti Apa Guru di Era Pandemi? Nantikan Ulasannya di Webinar Nasional AHKA Series III
- Uniba Jalin Kerjasama Kementerian Kominfo di Bidang Ini
- Gandeng FTI Uniba, Fakultas Teknik Unhas Sukses Gelar FGD
“Ada inovasi, adaptasi, kolaborasi. Ketiganya harus dikolaborasikan, disaat krisis seperti ini jalan terbaik yang harus diambil adalah memulai bisnis,” tutupnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
