Terkini.id, Makassar – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sulsel sejak 22 Januari 2019 lalu memakan puluhan korban jiwa, ratusan rumah terendam, dan ribuan warga mengungsi.
Berdasarkan hasil penyisiran Tim Dompet Dhuafa Sulsel yang dilansir dari data BPBD Sulsel, hingga Kamis 24 Januari 2019 sebanyak 3.321 warga kini berada di pengungsian.
Banjir juga mengakibatkan 76 unit rumah rusak, 2.694 rumah dan 11.433 hektare sawah terendam serta 9 jembatan rusak.
Di Kabupaten Jeneponto, hingga Rabu kemarin, 23 Januari 2019, banjir terjadi di 10 (sepuluh) Kecamatan dan menyebabkan korban hilang sebanyak 3 orang, meninggal 2 orang, rumah rusak berat 19 unit dan rumah hanyut sebanyak 32 unit.
Lokasi pengungsian di Gowa
Berdasarkan data dari Tim Dompet Dhuafa Sulsel yang diterima terkini.id, Kamis 24 Januari 2019, untuk wilayah Kabupaten Gowa, banjir menyebabkan 2.121 jiwa mengungsi.
- Banjir Landa Sejumlah Wilayah Makassar, Gubernur Sulsel Kerahkan Tim Tagana dan Dinsos
- Wali Kota Makassar Paparkan Strategi Hadapi Banjir, Air Bersih, dan Sanitasi di Hadapan WRI--RISE Indonesia
- Pemkot Makassar Terjunkan 40 Satgas Drainase Gerak Cepat Bersihkan Saluran Air di Jalan Urip dan Pettani
- Gubernur Sulsel Kirim Bantuan Darurat untuk Korban Banjir di Bantaeng
- Cegah Banjir di Luwu, Gubernur Sulsel Gelontorkan Rp18,7 Miliar untuk Normalisasi Sungai Suli Senilai Rp18,7 Miliar
Jumlah dan lokasi pengungsi yakni di Masjid Baitul Jihad Tompobalang sebanyak 70 jiwa, Kelurahan Samata 200 jiwa, dan Masjid Mangngalli 200 jiwa.
Lokasi pengungsian lainnya di Gowa yakni Puskesmas Pallangga 21 jiwa, Kantor Camat Pallangga 56 jiwa, BTN Pallangga Mas 33 jiwa, Puskesmas Kampili 6 jiwa, Masjid Nurul Iman Yabani Bonto Ramba Somba Opu 94 jiwa, Pasar Sungguminasa 600 jiwa, Gardu Induk PLN Sungguminasa 40 jiwa, Pandang-pandang 120 jiwa, Bukit Tamarunang 160 jiwa, dan Kompleks RPH Tamarunang 521 jiwa.
Untuk wilayah Kabupaten Maros, banjir telah menyebabkan 400 Kepala Keluarga di Kecamatan Moncongloe terdampak dan 200 jiwa mengungsi, serta sekitar 400 unit rumah mengalami kerusakan.
Banjirpun berimbas pada sawah dan kebun terdampak di Kecamatan Mandai dengan luas 1.525 hektare, di wilayah Kecamatan Maros seluas 675 hektare, di Kecamatan Tanralili seluas 2.182 hektare dan wilayah Kecamatan Bantimurung seluas 3.964 hektare
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
