Terkini.id, Jakarta – Presiden Joko Widodo resmi menambah satu jabatan wakil menteri dalam negeri melalui Perpres 114/2021.
Dengan begitu, kabinet pemerintahan Jokowi saat ini memiliki total 23 kursi wakil menteri (wamen) setelah pada akhir 2021 lalu, Jokowi juga mengeluarkan Perpres 110/2021 untuk memberi ruang bagi wakil menteri sosial.
Keputusan Jokowi yang terus menambah jumlah wamen ini menjadi perhatian Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin.
Menurut Ujang, banyaknya posisi wamen ini merupakan bentuk bagi-bagi jabatan yang dilakukan Jokowi.
“Apa yang dilakukan oleh Pak Jokowi adalah bagi-bagi jabatan, bagi-bagi posisi yang belum tuntas gitu, artinya kan banyak partai politik yang belum dapat (posisi) sampai sekarang,” tutur Ujang dikutip dari Cnnindonesia.com Jumat 7 Januari 2022.
- Putri Mantan Bupati Bantaeng Sambut Presiden Jokowi
- Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Pamukkulu di Kabupaten Takalar
- Presiden Jokowi Makan Siang di RM Aroma Laut Bantaeng
- Presiden Jokowi Nikmati Keindahan Pantai Bira, Bupati Bulukumba Harapkan Membuka Peluang Investasi
- Presiden Jokowi Pantau Pemberian Bantuan 300 Unit Pompa untuk Petani di Bone
Ujang menilai, bagi-bagi jabatan untuk posisi wamen ini menjadi strategi Jokowi untuk memuaskan para pendukungnya.
Di sisi lain menurut Ujang strategi yang diambil Jokowi ini untuk tetap mengamankan diri hingga akhir masa jabatannya sebagai presiden.
“Sekaligus dengan maksud mengamankan jabatan sampai 2024, jadi bargaining posisinya seperti itu. Oleh karena itu, suka tidak suka, mau tidak mau, Pak Jokowi melakukan hal itu,” tuturnya.
Namun begitu Ujang menilai posisi wamen ini sebenarnya tidak diperlukan. Bahkan, lanjutnya, wamen ini sebenarnya tidak dibutuhkan masyarakat.
Ditambah lagi, posisi wamen ini justru berbanding terbalik dengan pernyataan Jokowi yang pernah menyinggung soal efisiensi birokrasi.
“Tapi faktanya, malah menambah birokrasi, menambah beban keuangan negara, ini yang menjadi catatan kita, ini yang menjadi persoalan,” paparnya.
Ujang menyebut bahwa selama ini 14 wamen yang telah ditunjuk oleh Jokowi pun tidak menunjukkan kinerja yang berarti. Termasuk, para menteri di kabinet yang menurutnya belum menunjukkan kinerja maksimal.
“Faktanya rakyat tidak butuh jabatan wamen itu, ini kebutuhan politik saja antara Jokowi dengan pendukungnya,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
