WALHI Sulsel Desak Pembangunan Jembatan Ciputra Dihentikan

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Selatan mendesak PT Ciputra untuk menghentikan pembangunan jembatan yang menghubungkan antara Jalan Metro Tanjung Bunga dengan CPI.

Terkini.id, Makassar – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Selatan mendesak PT Ciputra untuk menghentikan pembangunan jembatan yang menghubungkan antara Jalan Metro Tanjung Bunga dengan CPI.

“Pembangunan jembatan akan menambah kerusakan lingkungan di sekitar Pantai Losari hingga pemukiman nelayan di Kelurahan Mariso, Panambungan, Lette dan Bontomarannu,” kata Direktur WALHI Sulsel, Muhammad Al Amin, Selasa, 13 Agustus 2019.

Amin mengamati, hingga saat ini, pendangkalan di Pantai Losari hingga Kanal Jongayya belum di atasi PT Ciputra. Sehingga pembangunan jembatan tersebut, kata dia, hanya akan memperparah kondisi lingkungan di Pantai Losari dan sekitarnya.

“Kami minta agar pembangunan jembatan yang dikerjakan oleh PT Ciputra dihentikan karena akan memperburuk lingkungan hidup di Pantai Losari dan di Kanal Jongayya. Kalau jembatan itu dibangun, maka aliran kanal Jongayya hingga ke Pantai Losari akan semakin dangkal,” tegas Amin.

Selain itu, Amin menilai, saat ini, PT Ciputra masih memiliki tanggung jawab untuk memulihkan lingkungan akibat reklamasi. Oleh karena itu, Ia meminta agar PT Ciputra mengerjakan tanggung jawabnya sebelum membangun jembatan penghubung antara Jalan Metro Tanjung Bunga ke CPI.

“PT Ciputra ini masih harus bertanggung jawab atas persoalan yang mereka timbulkan. pengerukan sungai, kanal, dan Pantai Losari belum dia kerjakan, Ini sudah bentuk kejahatan lingkungan berat,” ujarAmin.

Amin manambahkan bahwa saat ini nelayan di Kelurahan Mariso, Panambungan, Lette, dan Bontomarannu kesulitan melaut karena akses mereka ke laut terhambat akibat pendangkalan. Belum lagi, kata dia, PT Ciputra juga sering mengusir nelayan yang menangkap ikan di sekitar proyek CPI.

“Sehingga kami juga meminta agar PT Ciputra menghentikan pelarangan tersebut dan segera melakukan pengerukan sungai dan kanal hingga Pantai Losari agar akses nelayan kembali normal dan pendangkalan serta bau busuk di Pantai Losari berkurang,” ujar dia.

Selain itu, pria kelahiran Bone ini juga meminta PT Ciputra untuk tidak menawari uang kepada nelayan. Pasalnya, menurut dia, sampai kapanpun nelayan dan WALHI Sulsel akan terus memperjuangkan hak nelayan dan lingkungan hidup masyarakat Makassar,” pungkasnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini