Terkini.id, Makassar – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menemukan pemborosan anggaran belanja pegawai yang nilainya mencapai 320 miliar.
“Saya baru ngerti ini barang-barang, belanja pegawai terlalu besar,” kata Danny Pomanto, Kamis, 2 September 2021.
Sebab itu, ia mengatakan akan melakukan penghematan anggaran belanja pegawai. Ada beberapa hal yang bakal ditiadakan.
Pada periode pertama menjabat, Danny mengantarkan Makassar sebagai kota terbaik dalam pembangunan daerah. Makassar meraih 181 penghargaan.
“Contoh dulu waktu kita No 1 di Indonesia kita belanja pegawai hanya 270 milliar. Kita juara satu, kinerja baik penuh penghargaan,” paparnya.
- Pimpinan KPK Gelar Raker di Hotel Mewah, ICW: Praktik Pemborosan Anggaran
- Wali Kota Makassar Heran Randis Rusak Dapat Jatah Bensin 10 L Per Hari
- Ada Pemborosan Anggaran SKPD 670 M, Wali Kota Makassar: Ini Sangat Tak Efektif
- Politisi PKS Sebut Kebijakan Pemkot Bentuk Tim Percepatan Ekonomi Hanya Pemborosan Anggaran
Setelah periode pertamanya habis, Makassar lantas dipimpin 3 Pj Wali Kota. Setelah itu Danny kembali terpilih untuk periode kedua.
Pada masa Pj Wali Kota Makassar, Danny mengatakan ada peningkatan anggaran belanja pegawai dari 270 miliar menjadi 320 miliar.
“Begitu dikasi naik waktu Ikbal Suhaeb langsung 320 milliar, tidak WTP, kinerja rendah, padahal anggaran pegawai naik,” kata Danny.
Ia mengatakan akan mengatur kembali regulasi tersebut. Menurutnya, perubahan tersebut meski kecil namun memiliki dampak. Danny mengatakan tak ada gunanya honor tinggi bila kinerja pejabat rendah.
“TPP tinggi tinggi baru kinerja rendah, tidak ada gunanya. Tidak ada penghargaan, masyarakat tidak puas. Padahal TPP sudah 2 kali lipat,” tukasnya.
Ia mengatakan telah melakukan pemetaan dan pengawasan melalui dasbor. Danny mengatakan Makassar akan hancur bila hal ini dibiarkan.
“Terlalu banyak yang tidak kerja tapi tetap dapat gaji tambahan tunjangan. Kan kalau tidak kerja tidak dapat mestinya,” paparnya.
Danny mengatakan telah mengkritisi Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) yang berbasis pada kinerja. Namun kenyataannya, mereka yang tak bekerja ikut juga mendapat tunjangan.
“Kenapa sama semua gajinya, orang yang tidur-tidur di rumahnya dengan yang kerja sama-sama dapat TPP. Saya bilang ini tidak boleh,” tutupnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
