Wanita Tuna Rungu Ini Sukses Jadi CEO This Able, Kini Mantap Berhijab

Terkini.id, Jakarta – Keterbatasan fisik tidak menjadi masalah bagi Angkie Yudistia untuk bisa mewujudkan mimpinya.

Perempuan tuna rungu divonis mengalami gangguan pendengaran sejak usia 10 tahun. Saat itu, dia terkena demam tinggi dan meminum antibiotik sesuai dengan anjuran dokter.

Sayangnya, justru dia kehilangan pendengarannya setelah meminum obat itu.

Akhirnya dia tumbuh dengan alat bantu dengar sebagai penyandang tuna rungu.

instagram.com/@angkie.yudistia

“Jika saya melepas alat ini jangankan suara orang lain, suara saya sendiri pun tidak bisa terdengar. Jika Anda ingin mengobrol dengan saya harus face to face, sehingga saya bisa melihat gerakan bibir anda dan bisa mengerti apa yang anda katakan,” ungkap dia seperti dilansir dari majalahkartini.co.id.

Meski tumbuh dengan alat bantu, Angkie kini merupakan Founder dan CEO Thisable Enterprise.

Bahkan dia juga sempat menjadi finalis Abang None mewakili wilayah Jakarta Barat tahun 2008 lalu.

instagram.com/@angkie.yudistia

Kini, perempuan kelahiran 5 Juni 1987 tersebut mantap untuk memakai hijab.

Sebagai penyandang disabilitas, Angkie dahulunya mengikuti pelajaran di sekolah umum namun tetap tekun dalam belajar berlatih untuk mengurangi kesulitannya sebagai penyandang tuna rungu.

Selain dibantu dengan alat bantu dengar, Angkie terus menerus melatih diri melihat gerakan bibir seseorang ketika berbicara untuk mempermudah dirinya dalam berkomunikasi.

instagram.com/@angkie.yudistia

Bahkan masalah bukan hanya soal dalam belejar mengajar, dia pun kerap meneriman cacian dan hinaan.

Rasa malu membuat Angkie menutup jati dirinya. Alat bantu dengarnya pun dia tutupi dengan rambut.

“Dulu aku diledekin, dikatain budek, tuli itu sering banget di lingkungan,” ungkap dia lagi.

Di tengah keterbatasannya, Angkie sempat bekerja sebagai Hubungan Masyarakat (humas) di beberapa perusahaan.

Akan tetapi, hal itu pun diraihnya penuh perjuangan di mana tidak banyak perusahaan yang menolak saat diketahui jika dirinya tidak bisa mendengar.

Berangkat dari diskriminasi itulah, kemudian dia mendapat motivasi tersenduru untuk membuat Thisable Enterprise bersama rekannya.

Perusahaan ini fokus pada misi sosial, khususnya membantu orang yang memiliki keterbatasan fisik alias difable (Different Ability People).

Komentar

Rekomendasi

Hari Perempuan Internasional, Ini Para Single Mother yang Sukses Mandiri dengan Memanfaatkan Teknologi

Menyentuh, Calon Dokter Cerita Kisahnya Dibesarkan oleh Ayah Down Syndrome

Kisah Sukses Pengusaha Kuliner Hits Geprek Bensu

Bocah Miskin Dibalik Kesuksesan Kedai Kopi Starbucks

Anaknya Jadi Bupati, Margaretha Tolak Fasilitas Negara dan Tetap Jualan Sayur

Hebat, Nur Afdhaliyah Lulus Kedokteran UMI Berkat Hafalan 30 Juz Alquran

Kisah Inspiratif Aida Ramadhani, Duta Genre Sulsel 2018

Daeng Sangnging, Tukang Bersih-bersih Sukses Sekolahkan Anaknya Hingga Cumlaude

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar