Warga Gowa Diminta Beli Masker Buatan Penjahit Lokal

Masker
Warga diminta membeli masker buatan penjahit lokal. Untuk menjaga ekonomi di tengah pandemi

Terkini.id, Gowa – Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengajak seluruh warga di wilayah Kabupaten Gowa agar mengenakan masker khususnya saat beraktivitas di luar rumah guna menghindari penularan Virus Corona atau Covid-19.

Ajakan menggunakan masker ini, kata Adnan, juga menjadi perintah langsung Presiden RI Joko Widodo. Sekaligus anjuran dari organisasi kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO), agar masyarakat mengenakan masker saat berada di luar rumah guna mencegah penularan Covid-19.

“Awalnya memang kita diperintahkan penggunaan masker hanya bagi yang sakit saja, tapi sekarang tidak lagi. Alasannya karena ada individu yang terjangkit Covid-19 tapi tidak memiliki gejala klinis, jadi ini sebagai bentuk kita menjaga diri dari penularan virus,” ujar Adnan, Kamis 9 April 2020.

Beli Masker Produk Lokal

Untuk penggunaan masker, orang nomor satu di Gowa ini mengajak masyarakat untuk membeli produk lokal. Hal ini kata Adnan untuk memberdayakan para pembuat masker yang ada, khususnya di wilayah Kabupaten Gowa.

Baca juga:

“Memang Covid-19 ini membuat ekonomi kita semakin menurun tetapi harus juga ada pemanfaatan ekonomi di dalamnya salah satunya adalah semua harus memakai produk lokal Kabupaten Gowa. Jadi maskernya pakai masker yang dibikin oleh pengrajin di Gowa,” tambahnya.

Sementara itu, arahan Bupati Gowa ini juga disambut baik oleh salah seorang pengrajin atau pembuat masker di Desa Sunggumanai, Kecamatan Pattallassang, Saryanto. Pria berusia 34 tahun ini mengaku siap memproduksi masker jika ada permintaan.

“Saya bikin tergantung pesanan, tapi kadang saya bikin 4 sampai 10 lusin per hari. Saat ini sudah ada sekitar 400 masker yang sudah saya buat. Karena empat tempat yang sering memesan, ada di Pettarani dan Sungguminasa,” ujarnya.

Untuk harganya, ayah empat orang anak ini mematok harga Rp. 5.000 hingga Rp 10.000 per lembarnya, tergantung model masker tersebut. Sementara untuk pengambilan secara banyak, menurutnya masih bisa turun harganya.

“Masker ini dari beragam jenis kain, seperti kain katun, sutra dan wol. Kita juga pake pelapis, kita juga bikin masker yang bisa dimasukkan tissue, ini yang harga Rp 10.000 per lembarnya. Untuk pengambilan banyak masih bisa turun harganya,” jelasnya.

Saryanto juga mengaku hasil buatannya tersebut sudah ada beberapa lusin yang dibeli oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Perdastri) Kabupaten Gowa.(JN)

Komentar

Rekomendasi

Menag Mengaku Banyak Terima Komplain Soal Rumah Ibadah, Ada Apa?

New Normal, Fachrul Razi Minta Masjid Bersiap Sambut Jemaah

Soal Isu Playboy dan Cuitan Berbau Porno, Dirut TVRI: Tiap Orang Punya Masa Lalu

Diserang Isu Playboy Hingga Cuitan Bokep, Ini Reaksi Dirut TVRI Iman Brotoseno

Sempat Viral karena Surat Terbuka, Ruslan Buton Kini Ditangkap Polisi

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar