Warga Makassar Keluhkan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Rudy Pieter Goni

Terkini.id — Tak sedikit warga Makassar mengeluhkan kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, terutama kelas 3.

Hal itu berdasarkan hasil reses masa sidang pertama yang dilakukan oleh Legislator PDI-P DPRD Sulsel, Rudy Pieter Goni (RPG), baru-baru ini. Ia banyak mendengar keluhan masyarakat terkait kenaikan iuran BPJS.

“Tuntutan warga bergeser, dulu lebih banyak minta infrastruktur, sekarang lebih banyak kesehatan. Bahkan warga keluhkan kenaikan iuran BPJS,” kata RPG, di Makassar.

Ia mengungkapkan, warga Makassar mempertanyakan indikator pemerintah menetapkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Meski demikian, namun persoalan kenaikan BPJS merupakan kewenangan pemerintah pusat.

Olehnya itu, aspirasi terkait hal itu akan menjadi aspirasi partai untuk diteruskan ke Fraksi PDI-P di DPR RI.

“Ada tiga Anggota DPR RI dari Sulsel yaitu, Andi Ridwan Witri, Samsu Niang dan Sarce Bandaso, nanti kita akan sampaikan aspirasi ini untuk diperjuangkan di DPR RI,” ungkap Sekretaris DPD PDI-P Sulsel ini.

Selain itu, RPG juga meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk memberikan pelayanan kesehatan untuk masyarakat Sulsel.

“Perlu memang Pemprov memikirkan kembali model jamkesda, supaya masyarakat tidak mampu tetap mendapatkan pelayanan kesehatan,” pungkasnya.

Komentar

Rekomendasi

Iqbal: Hanya Toko Penyedia Bahan Pokok yang Tetap Beroperasi di Makassar

Peduli Kondisi Warga di Tengah Wabah Corona, Aktivis Milenial Sulsel Bagikan Sembako

Beddu Amang, Mantan Bos Bulog Sumbang Gedung Jadi Posko Pencegahan Covid-19

Anggaran Pembangunan Pemkot Dialihkan untuk Penanganan Wabah Corona

DPRD Makassar Sepakat Ubah Pola Reses untuk Penanganan Covid-19

Gubernur Sulsel Sebut Tiga Orang Positif Covid-19 Dinyatakan Sembuh, 8 PDP

Gubernur Sulsel Akan Berlakukan Isolasi Tingkat RT/RW dan Kelurahan

Pasien PDP Asal Gowa yang Meninggal Dunia Negatif Covid-19

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar