Warga Sapanang Ancam Akan Seruduk Kantor Bupati, Ini Penyebabnya

Tumpukan sampah di lapangan sepak bola di Desa Sapanang Kecamatan Binamu pasca banjir bandang yang menerjang Kabupaten Jeneponto pada 22 Januari 2019 lalu hingga sekarang belum diangkut

Terkini.id,Jeneponto – Tumpukan sampah di lapangan sepak bola di Desa Sapanang Kecamatan Binamu pasca banjir bandang yang menerjang Kabupaten Jeneponto pada 22 Januari 2019 lalu hingga sekarang belum diangkut oleh pihak yang berwenang.

Tumpukan sampah setinggi kurang lebih 10 meter dengan panjang sekitar 50 meter itu membuat masyarakat resah. Pasalnya sampah itu mengakibatkan masyarakat terus trauma dan lapangan itu akan dipakai untuk salat Idul Fitri nanti.

“Sampai sekarang masyarakat kami masih trauma dengan banjir, setiap melihat sampah itu masyarakat selalu teringat dengan banjir yang meluluhlantahkan kampung kami. Apa lagi keluarganya yang meninggal dunia,” kata Kepala Dusun Sapanang Desa Sapanang, H Baso Dg Rate, Selasa, 5 Maret 2019 kepada Makassar Terkini.

Menurutnya, Plt Kepala Desa Sapanang  sudah beberapa kali menyurat kepada Bupati dan pihak yang berwenang.

“Pak Sekretaris Desa Sudah beberapakali menyurat ke Bupati,Dinas PU,BPBD dan dinas Sosial, tapi sampai sekarang tidak ada respon, bahkan Pak camat Binamu sudah beberapa kali mendatangi Dinas PU, BPBD dan Dinsos tapi tidak dipedulikan,” ujarnya.

Diapun akan menggelar aksi jika sampai minggu depan sampah itu tidak diangkut.

“Kalau  tidak diangkut tumpukan sampah di lapangan itu, kami dan masyarakat akan mendatangi kantor bupati. Ini sangat mengganggu, apalagi lapangan ini selalu di pakai salat setiap Idul Fitri dan idul Adha,” tegasnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini