Terkini, Jeneponto — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Jeneponto terus menunjukkan komitmennya dalam menurunkan angka stunting di wilayahnya.
Salah satu langkah nyata adalah melalui realisasi Program Aksi Stop Stunting (ASS) dengan menggerakkan dan menyambut langsung kehadiran Tim Tenaga Pendamping Gizi untuk desa dan kelurahan lokus stunting.
Sebanyak 21 orang pendamping gizi resmi diberangkatkan untuk mendampingi masyarakat di wilayah-wilayah prioritas. Tidak hanya itu, sebanyak tiga orang dokter juga turut dilibatkan dalam program ini sebagai bagian dari dukungan medis dan supervisi langsung terhadap upaya pencegahan dan penanganan stunting.

Acara pelepasan dan penyambutan tim ini dihadiri langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Jeneponto, Hj. Salmawati, yang menyampaikan apresiasinya terhadap semangat dan dedikasi para pendamping gizi.
“Kehadiran para pendamping gizi ini adalah bentuk nyata dari komitmen kita untuk mewujudkan generasi Jeneponto yang sehat dan bebas stunting. Mereka adalah garda terdepan dalam edukasi gizi dan pemantauan tumbuh kembang anak-anak di desa dan kelurahan lokus,” ujar Hj. Salmawati.
- Haris Abdul Rahman Resmi Dilantik Sebagai PAW Anggota DPRD Sulsel Periode 2024-2029
- Kasus Pengadaan Seragam Gratis Pemkab Lutim Naik Penyidikan, Jaksa Segera Ekspose Perkara
- Hj. Rita A. Latief, Sosok Perempuan Aktif yang Menguatkan Peran Publik dan Keluarga
- Kartini Masa Kini: Akademisi Perempuan Dorong Kesetaraan Lewat Pendidikan dan Keteladanan
- Mitsubishi Fuso Perkuat Layanan dan Penjualan, Dealer Proshop Resmi Hadir di Sulawesi
Stunting adalah ancaman serius bagi masa depan bangsa. Karena dapat menghambat perkembangan kognitif, menurunkan produktivitas, serta melemahnya daya saing suatu generasi.

“Data menunjukkan bahwa angka stunting di Kabupaten Jeneponto tahun 2022 – 2023 mengalami penurunan 39,8% menjadi 36,3% namun tahun 2024 mengalami peningkatan sebesar 0,7%, ini masih menjadi pekerjaan rumah besar yang harus kita tuntaskan bersama,” jelas Hj Salmawati.
Lebih lanjut, Hj Salmawati mengatakan, Aksi Stop Stunting kita hadirkan sebagai gerakan masif dan terpadu, melibatkan seluruh pemangku kepentingan, dari tingkat provinsi hingga desa, bahkan hingga ke unit keluarga.
“Melalui kolaborasi Tenaga Pendamping Gizi Desa yang kita rekrut khusus dan di tempatkan di desa dan kelurahan lokus, Dokter, Kader Posyandu, dan PKK, kita akan melakukan intervensi di Rumah Gizi meliputi pemberian makanan tambahan, multivitamin, susu ibu hamil, formula PMK, serta layanan kesehatan, edukasi, dan konseling,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto, Hj. Syusanty A. Mansyur, yang menyatakan bahwa program ASS merupakan sinergi antara pemerintah Provinsi dan daerah, tenaga kesehatan, dan TP PKK sebagai mitra strategis dalam intervensi gizi.
“Dengan hadirnya tenaga pendamping gizi dan tenaga medis, kita ingin memastikan bahwa intervensi tidak hanya bersifat administratif, tapi juga menyentuh langsung keluarga dan balita yang membutuhkan perhatian khusus,” jelas Hj. Syusanty.
Program Aksi Stop Stunting (ASS) ini menjadi bagian dari langkah percepatan pencapaian target nasional penurunan prevalensi stunting, sekaligus wujud dari implementasi strategi pembangunan kesehatan berbasis masyarakat di Kabupaten Jeneponto.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
