Pada saat di belahan bumi lain manusia masih berkeliaran di hutan memburu mangsanya dengan batu untuk bisa survive, manusia di bumi Nusantara sudah memiliki kebudayaan dengan nuansa keindahan yang sangat tinggi.
“Untuk bisa menjadi saksi dari indahnya peradaban manusia Indonesia yang sangat unik dan menarik ini, tontonlah perhelatan Toraja Internasional Festival (TIF) ke-9 pada 10 Juli 2021 pukul 19.00 WITA (off air di tongkonan Buntu Penpom, Toraja Utara. Dan pada tanggal 18 Juli 2021 mendatang bisa disaksikan secara virtual lewat YouTube Lokaswara project pukul 20:00 WIB,”tandasnya.
Ia juga mengaku bahwa sejak gelaran TIF dari tahun ke tahun telah berhasil meningkatkan kunjungan pariwisata di Kabupaten Toraja.
Pada masa pandemik ini TIF berjalan terus walaupun lebih memberi penekanan kepada program virtual yang di putar melalui YOUTUBE: LOKASWARA PROJECT.
“Masyarakat setempat yang tetap bersemangat untuk melihat pengambilan gambar TIF pada tanggal 10 Juli nanti akan dibatasi dan dikenakan peraturan Protokol Kesehatan yang sangat ketat,”tegasnya.
- Penonton Takjub Menyaksikan Toraja International Festival 2021 di Rante Buntu Pempon
- Sempat Tertunda, Toraja Internasional Festival 2021 Tetap Digelar Tapi Hanya Disiarkan di YouTube, Ini Jadwalnya
- Nantikan Serunya Toraja Internasional Festival di Tengah Pandemi, Ini Jadwalnya
- Digelar Virtual, Kemenparekraf Harap TIF Jadi Inspirasi Bagi Daerah Lain
- Glenn ke Konseptor TIF: Tenang Aja Bung, Aku Pasti Datang ke Toraja
“Kami berharap pandemi ini dapat segera lenyap agar ribuan masyarakat dalam dan luar
negeri yang telah menjadi penonton setia TIF selama 8 tahun terakhir dapat berkumpul kembali menyaksikan keindahan bentuk kesenian Toraja, Sulawesi Selatan serta juga bentuk kesenian nasional dan Internasional kelas dunia lainnya,”harap Franki.
Terakhir, Franki juga mengucapkan terima kasih atas dukungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Selatan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Toraja Utara dan seluruh pihak yang telah membantu kami dalam pelaksanaan TIF ini,”pungkas seniman ini.
Akhirul kata, kami harapkan agar TIF dapat mendapatkan dukungan yang lebih besar lagi dari Kemenparekraf, Propinsi Sulsel dan Pemkab Toraja Utara agar kami dapat bersaing dengan event-event besar di negara tetangga seperti halnya Rainforest World Music Festival di Malaysia atau Wonderfruit di Thailand yang merupakan dua event festival musik dan budaya terbesar di Asia,”tutup Franki yang didampingi Syamsuniar Malik Kabid Pengembangan Pemasaran Disbudpar Sulsel.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
