Yusuf Mansur Disebut Punya Utang Miliaran Rupiah, Pengamat: Dia Muji Jokowi Agar Dapat Jabatan

Terkini.id, Jakarta – Pengamat politik Muslim Arbi menilai pujian yang dilayangkan oleh Ustaz Yusuf Mansur kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) demi kekuasaan semata.

Sebelumnya, Ustaz Yusuf Mansur menilai bahwa Jokowi merupakan sosok pemimpin yang memiliki pencapaian dan prestasi terbaik.

Dilansir dari Galamedia, hal itu disampaikan Yusuf Mansyur dengan mengunggah foto mobil berplat nomor ‘JOKOWI’.

Baca Juga: Biden Undang Jokowi untuk Beri Masukan Tangani Covid-19, Pernyataan Rizal...

“Jokowi memang yang terbaik luar biasa pencapaiannya,” cuit Yusuf Mansur pada akun Twitter miliknya.

Muslim menyebut bahwa Ustaz Yusuf Mansur menjadi ‘penjilat’ Jokowi akibat belum kebagian kursi jabatan di pemerintahan.

Baca Juga: Jadi Jubir ‘KPK Darurat’, Febri Diansyah Minta Jokowi Selamatkan Pegawai...

Muslim mengatakan semenjak Ustaz Yusuf Mansur menjadi loyalis Jokowi, dirinya belum mendapatkan jabatan apa-apa.

Oleh karena itu, Muslim berpendapat Ustaz Yusuf Mansur kerap kali memuji Jokowi.

“Pujian terhadap Jokowi menandakan Ustadz Yusuf Mansur berharap dapat jabatan komisaris BUMN. Selama ini dia sudah mendukung Jokowi tapi belum dapat jabatan,” kata Muslim, dikutip dari Hops oleh terkini.id, Rabu 2 Juni 2021.

Baca Juga: Jadi Jubir ‘KPK Darurat’, Febri Diansyah Minta Jokowi Selamatkan Pegawai...

Muslim mengatakan bahwa Ustaz Yusuf Mansur memiliki peran besar dalam mengkampanyekan Jokowi-Maruf Amin di Pilpres 2019 lalu.

“Padahal peran Ustaz Yusuf Mansur di Pilpres 2019 cukup besar dengan menyebut Presiden selalu puasa Senin-Kamis dan mendoakan rakyatnya,” kata Muslim.

Terlebih, kata Muslim, ia mendengar kabar bahwa Ustaz Yusuf Mansur memiliki utang sejumlah miliaran rupiah.

“Kabarnya bisnis Ustaz Yusuf Mansur mempunyai utang sampai Rp300 miliar,” ungkapnya.

Muslim mengatakan tindakan Ustaz Yusuf Mansur yang mencoba peruntungan mendapatkan komisaris dengan memuji Jokowi akan membuatnya makin dijauhi umat Islam.

“Harusnya ulama itu bersifat independen dan tidak mendekat ke penguasa.” pungkas Muslim.

Bagikan