Ade Armando: Dari Komnas HAM, Kita Tahu Laskar yang Tewas itu Korban Kebiadaban FPI

Terkini.id, Jakarta – Kesimpulan Komnas HAM yang justru menguatkan penjelasan pihak kepolisian soal bentrok polisi dan Laskar FPI di Tol Km 49 Tol Cikampek dikomentari banyak pihak.

Salah satunya Dosen Universitas Indonesia, Ade Armando.

Lewat media sosialnya, Ade Armando mengungkapkan penjelasan Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia ( Komnas HAM ) Ahmad Taufan soal Laskar FPI yang mengakali polisi dan menyebut polisi sebagai monyet monyet menjelaskan pihak FPI yang bersalah bahkan telah biadab.

“Dari penjelasan Komnas HAM ini, kita jadi tahu para anggota laskar FPI yg tewas itu memang korban kebiadaban FPI sendiri,” tulis Ade Armando di media sosial facebooknya.

Mungkin Anda menyukai ini:

Seperti diketahui, Komnas HAM sebelumnya menyebut laskar FPI cenderung menikmati saat mereka bentrok dengan Polisi di tol Cikampek.

Baca Juga: Kecewa Jokowi Tolak Audiensi TP3 Laskar FPI, Amien Rais: Tolong...

Ahmad Taufan Damanik menyebut para anggota Laskar Front Pembela Islam (FPI) yang mengawal Habib Rizieq Shihab tertawa saat berhasil mengelabui polisi.

Bahkan, disebutkan juga bahwa para laskar menikmati baku tembak dengan kepolisian.

Lebih jauh, Taufan menuturkan, bisa mengetahui bahwa Laskar FPI menikmati hal itu berdasarkan rekaman suara percakapan yang didapatkan. Menurutnya, para laskar juga memiliki sebutan tersendiri untuk polisi.

Baca Juga: Demi Citra Jokowi, Ade Armando dan Eko Kuntadhi Kompak Minta...

“Ada suara yang itu kelihatan menikmati pergulatan itu, ketawa-ketawa. Iya di dalam voice note itu mereka ketawa sudah bisa mengakali kirdun-kirdun atau apalah sebutannya,” kata Damanik dalam sebuah diskusi daring, Minggu 17 Januari 2021.

Dia memaparkan, setelah mendengar suara tembakan dan rekannya tertembak, terdengar bahwa FPI hendak melakukan serangan baik. Instruksi serangan balik juga tertera dalam rekaman suara. Baca: 6 Anggota FPI Tewas, Komnas HAM Siap Kawal Rekomendasi Investigasi

“Kita punya rekaman suara lebih lengkap, ada kata-kata ketika suara tembakan mengena dan ada suara orang yang menangis karena terkena tembakan, ada kata-kata serangan balik,” urainya.

Dia mengatakan polisi pengintai rombongan Rizieq sebenarnya telah tertinggal jauh. Akan tetapi, dua mobil pengawal eks pimpinan FPI itu sengaja menunggu polisi guna memprovokasi.

“Keterangannya begitu memang mereka ingin berhadapan dgn aparat kepolisian. Tetapi ya ada langkah mereka untuk menunggu (polisi).

Sebelumnya Ketua Tim Penyelidikan dan Pemantauan Komnas HAM, Choirul Anam menyatakan, sebanyak dua anggota FPI meninggal dunia dalam peristiwa saling serempet antara mobil yang mereka pergunakan dengan polisi, di antara Jalan Internasional Karawang sampai Km 49 Tol Cikampek.

Sementara empat orang lainnya yang masih hidup dan dibawa polisi, kemudian diduga ditembak mati dalam mobil petugas saat dalam perjalanan dari km 50 menuju Markas Polda Metro Jaya.

Bagikan