Ade Armando Sebut RG Norak saat Komentari Pengeroyokannya, Netizen: Sok Pintar dan Selalu Pura-pura Mikir Keras

Terkini.id, Jakarta – Akademisi sekaligus pegiat media sosial, Ade Armando mengkritik cara Rocky Gerung berkomentar pada saat pengeroyokannya beberapa waktu lalu. Dia mengatakan bahwa komentar Rocky Gerung norak.

Kritikan Ade Armando untuk Rocky Gerung pun mendapat tanggapan publik yang menilai apa yang disampaikan oleh Ade Armando benar. Menurut Netizen, Rocky Gerung terkesan sok pintar dalam segala permasalahan dan selalu nampak berpikir keras.

Padahal, menurut netizen Rocky Gerung hanyalah berpura-pura berpikir keras ketika dihadapkan dengan sebuah pertanyaan atau permasalahan.

Baca Juga: Ungkit Penganiayaan terhadap Guntur Romli dan Ade Armando, Politisi PSI:...

“Emang norak. Dan DUNGU. Selalu sok pintar & pura2 mikir keras kl jawab pertanyaan. Tp sll end up keliatan stupid”, tulis Netizen, dikutip dari kolom komentar CNN Indonesia, Senin 16 Mei 2022.

Pernyataan Ade Armando mengenai komentar norak Rocky Gerung disampaikan sebagai tanggapan atas komentar beberapa tokoh mengenai pengeroyokannya pada 11 April 2023 lalu, termasuk Rocky Gerung.

Baca Juga: Gus Miftah Disebut Dukun: Sok Pintar, Merusak Islam!

Dia kemudian membandingkan cara berpikirnya dengan Rocky Gerung, termasuk mengenai agama.

“Ya, norak aja dia (Rocky), suppose to be kalau buat saya ya,” kata Ade, dikutip dari YouTube Cokro TV.

“Pemikiran saya pun bukan pemikiran yang jadi, misalnya Rocky Gerung, kan, bilang kalau kitab suci itu fiksi, kan? Saya sendiri tidak akan bilang dia menodai agama karena itu pandangan dia,” tutur Ade.

Baca Juga: Gus Miftah Disebut Dukun: Sok Pintar, Merusak Islam!

Ade juga menilai pernyataan Rocky tersebut bakal membuat orang dengan kepercayaan agama kuat tersinggung.

“Jadi menurut saya, pemikiran saya bukan pemikiran yang seperti mengejek, menghina, mempertanyakan agama,” lanjutnya.

Sebelumnya, Rocky sempat mengomentari insiden pengeroyokan Ade dalam akun Youtube-nya.

Rocky mengatakan bahwa kehadiran Ade di lokasi demo 11 April sebagai sikap arogan. Ia juga menilai Ade datang ke sana sebagai buzzer, bukan dosen.

Ade Armando sendiri menjadi korban kekerasan massa kala demo penundaan pemilu di depan Gedung DPR/MPR Jakarta pada 11 April lalu. Ia dipukuli hingga babak belur sebelum berhasil diselamatkan aparat.

Imbas pengeroyokan tersebut, Ade dirawat di RS Siloam Semanggi, Jakarta.

Bagikan