Akbar Faizal Sebut Utang Indonesia Berasal dari Masa Lalu, Faisal Basri: Ada Sri Muyani Juga di Situ

Akbar Faizal Sebut Utang Indonesia Berasal dari Masa Lalu, Faisal Basri: Ada Sri Muyani Juga di Situ

R
Helmi Yaningsi
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Ekonom Faisal Basri mengatakan bahwa utang Indonesia saat ini memang masih aman.

Namun, beban bunga yang dimiliki Indonesia saat ini sudah sangat besar menurut Faisal Basri.

“Jadi bukan soal aman tidak, tapi bebannya sudah sangat besar,” kata Faisal Basri dalam sebuah video yang diunggah melalui chanel Youtube Akbar Faizal Uncensored.

Selanjutnya, Faisal Basri juga mengatakan bahwa tidak jujur juga kalau masih mengatakan utang yang dimiliki masih terkendali.

Lebih lanjut, ia pun menceritakan pengalamannya kena marah oleh Staf Khusus Menteri Keuangan, Sri Mulyani, yaitu Prastowo Yustinus.

Baca Juga

“Saya dimarahin juga oleh Staf khusus Sri Mulyani, Prastowo, karena membanding-bandingkan dengan zaman sebelumnya Orde Baru,” ujarnya, dilansir dari CNN Indonesia.

Faisal Basri mengungkapkan bahwa pada zaman Orde Baru, semua utang yang ada ketika itu untuk belanja modal.

“Kalau sekarang kita utang untuk bayar bunga juga, kan udah nggak bener,” tuturnya.

Politisi Akbar Faizal pun mengatakan kalau semua beban utang yang tersisa kini pun berasal dari masa lalu.

“Tanpa bermaksud untuk menyalahkan masa lalu. Kan seperti itu kan? Kita bayar bunga yang sudah dilakukan oleh masa lalu,” ujarnya.

Menanggapi pernyataan tersebut, Faisal Basri mengatakan bahwa di masa lalu, Indonesia sudah membangun jalan yang jauh lebih banyak.

“Jadi janganlah, ini kan pemerintahan secara keseluruhan, saya paling benci itu kalau dikatakan beban masa lalu,” ujarnya.

“Jelas dong peningkatan utang zaman Pak Jokowi sebesar itu nyata. Jadi tolong masa lalu itu ada Sri Mulyani juga loh di situ,” sambungnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.