Akbar Faizal Sebut Presiden Tolak 3 Periode, Pakar Hukum: Soeharto juga Seperti Itu Dulu!

Akbar Faizal Sebut Presiden Tolak 3 Periode, Pakar Hukum: Soeharto juga Seperti Itu Dulu!

SW
R
St. Wahidayani
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Mantan anggota Komisi III DPR periode 2014-2019 Akbar Faizal belum lama ini menyebutkan Presiden Jokowi tolak jabatan 3 periode.

Lantas dari itu, Akbar Faizal menilai apa yang disampaikan Jokowi tersebut perlu dipertimbangkan dalam polemik 3 Periode ini.

“Menurut saya itu perlu juga dipertimbangkan ya, bahwa kita tidak perlu khawatir nantinya kalau sudah ada penjaminan dari orang yang sedang diusung-usung, digiring-giring sama beberapa pihak ini mengatakan ‘aku nggak tertarik kok, aku hanya mau sampai pada dua priode’,” tuturnya.

Melihat hal tersebut Pakar hukum tata negara Prof. Yusril Ihza Mahendra tampak memberikan pandangan yang berbeda.

Dia mengatakan bahwa semua pemimpin dan politikus selalu dihadapkan dengan sesuatu yang disebut ‘dilema’.

Baca Juga

berhadapan dengan dilema, kadang-kadang mengambil keputusan yang melawan kesadaran hati nuraninya sendiri,” ujarnya. DIkutip dari Pikiranrakyat. Rabu, 13 April 2022.

“Bapak saya dulu pernah bilang sama saya katanya ‘kamu mau masuk politik ini? ibarat ikan masuk dalam bubu’ Ya, masuknya Gampang keluarnya susah,” ucapnya menambahkan.

Yusril Ihza Mahendra juga menyebut dilema-dilema tersebut bisa terjadi pada setiap pemipin maupun politikus, termasuk Jokowi.

Oleh karena itu, dia menilai pernyataan Jokowi tersebut tidak bisa begitu saja dipercaya, karena dulu Presiden kedua Indonesia, Soeharto juga seperti itu.

“Saya kira dilema-dilema seperti itu bisa terjadi pada seseorang, saya melihat Pak Harto pun menyampaikan hal yang sama seperti Pak Jokowi, sudah ingin lengser, tidak mau lagi, tapi kemudian saya juga kaget pak Harto bilang mau maju lagi,” tuturnya.

Lanjut “Jadi saya sampai ‘Pak Harto bagaimana ini ceritanya?’, dia bilang ‘ini Harmoko’, terus ‘saya ini dikatakan saya masih dibutuhkan’,” ucapnya menambahkan.

Ia pun mengatakan bahwa Jokowi mungkin mengatakan hal seperti itu, tetapi apa yang ada di dalam batinnya belum tentu seperti itu.

“Jadi saya tidak tahu ya pak Jokowi secara zhahir mengatakan seperti itu, dengan saya pun beliau mengatakan seperti itu ‘itu nggak ada cantolan konstitusionalnya’ kata beliau, ‘Jadi jangan sampai saya dituduh melanggar konstitusi, sumpah saya akan taat pada konstitusi’,” tuturnya.

Menurut Yusril  jawaban tersebut merupakan jawaban formal yang pasti diucapkan oleh seorang Presiden.

“Jawaban itu adalah jawaban formal, konstitusional seorang presiden kalau ditanya pasti akan seperti itu,” ujarnya.

“Tapi apakah memang seperti itu juga yang ada pada diri beliau? ya kita manusia ini kan hanya tau yang zhahir, yang batin itu urusannya Allah,” katanya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.