Makassar Terkini
Masuk

Akun LinAprilia Sebut Diksi Irjen Ferdy Sambo Ditangkap Bikin Mabes Polri Ketar-Ketir

Terkini.id, Jakarta- Baru-baru ini Irjen Ferdy Sambo dikabarkan ditangkap terkait kasus kematian Brigadir J alias Nofriansyah Yoshua Hutabarat

Polri lantas sigap meluruskan kabar tersebut dan membantah jika Ferdy Sambo ditangkap. 

Mengetahui keterangan polisi terkait Irjen Ferdy Sambo demikian, publik lantas semakin menyoroti dan ramai komentar muncul di media sosial. 

Salah satunya warganet yang bernama akun LinAprilia atau @Lin_Apr1lia turut berkomentar terkait keterangan polisi soal Irjen Ferdy Sambo

Warganet tersebut berkomentar melalui akun Twitternya yang diunggah pada Senin 8 Agustus 2022. 

Dalam unggahannya, warganet tersebut mengatakan bahwa penggunaan diksi “Ferdy Sambo ditangkap” membuat Mabes Polri ketar-ketir. 

“Menggunakan diksi Ferdy Sambo ditangkap aja Mabes Polri ketar ketir,” tulis warganet tersebut. 

Warganet tersebut menyebut bahwa fakta mengenai Irjen Ferdy Sambo memang ditankap. 

“Padahal faktanya ya ditangkap. Publik melihat toh,” ujarnya. 

Lebih lanjut, warganet tersebut menyebut bahwa polisi telah bermain kata-kata.

“Bermain kata-kata ketularan wan ambruk,” pungkasnya.

(Twitter/Lin_Apr1lia)

Sementara itu, bantahan Irjen Ferdy Sambo ditangkap disampaikan langsung Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo. 

Irjen Dedi Prasetyo menegaskan bahwa tidak ada penangkapan terhadap Irjen Ferdi Sambo dalam konferensi pers di Mabes Polri. 

“Iya betul, jadi tidak ada itu (penangkapan),” kata Irjen Dedi Prasetyo, dikutip dari Detik, Sabtu 6 Agustus 2022.

Dedi mengatakan Irjen Sambo diduga melakukan pelanggaran kode etik terkait masalah ketidakprofesionalan dalam olah TKP kasus Brigadir J. 

Oleh karena itu, Irjen Sambo dibawa ke Mako Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok.

“Irjen FS diduga melakukan pelanggaran terkait menyangkut masalah ketidakprofesionalan di dalam olah TKP. Oleh karenanya, pada malam hari ini yang bersangkutan langsung ditempatkan di tempat khusus yaitu di Korps Brimob Polri,” ucap Dedi.

Dedi mencontohkan ketidakprofesionalan Ferdy Sambo dalam olah TKP kematian Brigadir J. Salah satunya perihal CCTV yang disorot Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“(Ketidakprofesionalan) dalam pelaksanaan olah TKP seperti Pak Kapolri sampaikan, terjadi misalnya pengambilan CCTV dan lain sebagainya,” ucap Dedi.

Dedi pun meminta publik menanti hasil pemeriksaan lengkap tim khusus (timsus). 

Dedi pun menyatakan bahwa Polri berjanji akan membuat kasus ini terang benderang.

“Ini nanti, rekan-rekan saya tidak mau menyampaikan terlalu terburu-buru, saya menunggu betul-betul kerja timsus selesai semuanya. Kalau selesai semuanya baru bisa dijelaskan secara komprehensif,” imbuhnya.

Adapun terkait komentar dari akun @Lin_Apr1lia, belum ditemukan ada tanggapan dari pihak kepolisian.