Masuk

Pasca Tragedi Kanjuruhan Anggaran Gas Air Mata Disorot Hampir Rp 20 Miliar ‘Duit Rakyat Buat Bunuh Rakyat’?

Komentar

Terkini.id, Jakarta Tragedi Kanjuruhan yang telah melenyapkan ratusan suporter Arema pada Sabtu 1 Oktober 2022 dikabarkan akibat dari penggunaan gas air mata oleh petugas polisi di lapangan stadion. 

Padahal, aturan dari FIFA telah melarang penggunaan gas air mata di dalam stadion.

Buntut dari insiden tersebut, warganet pun ramai-ramai menyoroti anggaran dalam pengadaan gas air mata yang telah digunakan oleh polisi.

Baca Juga: Mahasiswi di Makassar Mengaku ke Polisi Temukan Bayi, Ternyata Anaknya Sendiri

Dikutip dari Suara.com jaringan Terkini.id, Polri menganggarkan pengadaan gas air mata beserta pelontarnya dengan APBN senilai hampir Rp20 miliar, tahun 2022. Informasi itu diketahui bersumber dari laman website http://lpse.polri.go.id/eproc4/lelang.

Laporan itu, pada 3 Januari 2022. Polri menganggarkan untuk Pengadaan Gas Air Mata Kaliber 38 mm (smoke) Program APBN T.AA sebesar hampir Rp20 miliar.

Warganet menjadi heboh hingga meradang saat mengetahui hal tersebut.

Baca Juga: Kapolri Imbau Polri Jangan Ghosting Warga

Netizen ramai-ramai menyampaikan komentar menohok dan pedasnya terkait pengadaan gas air mata juga pelontarnya yang dikatakan sebagai pemicu tewasnya ratusan orang dalam tragedi Kanjuruhan.

“20 milyar duit rakyat dipakai buat bunuh rayat.” kata @rch***.

“Dana besar berujung dibuat pembantaian masyarakat!” Ungkap @make***.

“20 milliar dari uang rakyat yang fungsinya untuk bunuh rakyat ujung-ujungnya.” Ucap @ome***.

Baca Juga: Imbas Tragedi Kanjuruhan, Gilang ‘Juragan 99’ Putuskan Mundur Dari Jabatan

“Nggak dipakai perang malah dipakai buat bunuh rakyat sendiri.” Ujar @Afri***.

“Ya betul sih, kalau nggak terpakai tear-gas nya nggak terpakai kan tahun depan nggak bisa pengadaan lagi, makanya harus dihabiskan. Makanya ditembakkan di stadion, masa ditembakkan di kantor atau rumah dinas?” Sindir @affa***