Terkini.id, Makassar – Wirda, Gadis lulusan Komunikais Penyiaran Islam UIN Alauddin Makassar, menempuh karirnya menjadi seorang penulis yang dimulai pada tahun 2012 dan baru aktif dalam dunia kepenulisan tahun 2013.
Dardawirda, aktif menggeluti karir komunitas I Brand menerbitkan buku kolektif yang dikoordinatori oleh wirda sendiri.
Berawal dari hobi, hinagga melahirkan banyak karya, itu semua karena kegigihannya untuk menjadi seorang penulis.
Wirda mengatakan bahwa pencapaian terbaiknya saat ini selain mendapatkan sahabat-sahabat yang baik dan bertemu dengan orang-orang hebat ialah dalam karir kepenulisan. Wirda mampu menerbitkan buku di penerbit Mayor yang notabennya cuku sulit untuk tembus di penerbit terserbut.
“Buku pertama yang berjudul Jempol Merah, merupakan buku kolektif yang ditulis bersama komunitas I-Brand,” tutur Wirda.
- Harapan dan Ironi di Balik Menu MBG, Ketika Solusi Gizi Berubah Menjadi Ancaman Kesehatan di Jeneponto
- Rakor Bersama Forkopimda, Wali Kota Makassar Appi Matangkan Pengamanan May Day Fest 2026
- Rinnai Luncurkan Kompor Pintar di Makassar, Jawab Kebutuhan Dapur Masa Kini
- Andi Ina Penuhi Panggilan Kejati Sulsel, Beri Klarifikasi Terkait Pengadaan Bibit Nanas
- Kondisi Belum Membaik, Dua Siswa Korban MBG di Jeneponto Kembali Dirujuk ke Rumah Sakit
“Buku kedua, telah menajadi project terbesarku. karena, ini menujukkan eksistensi sebagai kolektif akan tetapi solo. Prosesnya mulai dari tahun 2015 dan lounching di tahun 2016 menegenai Romance islami,” tambahnya.
“Buku ketiga saya kembali menulis kolektif bersama dengan teman-teman di Makassar dan melahirkan sebuah buku Diary 7 Kurcaci,” ucapnya.
“Buku keempat berjudul Subuh untuk Langit yang lolos dalam naskah seleksi Se-Nasional di Indonesia dan buku kelima saya kembali menulis cerpen 7 kurcaci bersama teman-teman dari berbagai daerah. Buku keenam merupakan lanjutan dari buku Subuh untuk Langit Yang berjudul Jodoh untuk Langit. Dan ini menjadi naskah terpilih dari 23 orang Se-Indonesia. Buku selanjutunya Jeda, ini merupakan buku puisi yang menjadi penggenap dari karya-karya saya setelah menulis prosa, cerpen, dan novel. Dan buku yang terakhir berjudul Nona Venus dan Tuan Mars, adalah naskah yang istimewa bertepatan dengan jadwal sibuknya menyelesaikan skripsi. Jadi, buku ini diangkat dari problematika komunikasi laki-laki dan wanita, tanda kutip saya sebagai mahasiswi komunikasi juga tertarik bagaimana laki-laki dan wanita dapat menghubungkan komunikasinya yang saya kemas dalam bentuk prosa,” tutupnya.
Penulis: Nirwana
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
