Terkini.id, Makassar- Forum Lingkar Pena Cabang Pinrang bekerjasama dengan Penerbit Shofia mengadakan bedah buku dan talkshow kepenulisan pada 05 Maret 2021. Tiga penulis tersebut adalah, Fathul Khair Tabri (penulis Zain), Khaeriyah Nasruddin (penulis Syaneem), dan Mawar Fatmah (penulis Alarikh). Tidak hanya itu ketiganya merupakan penulis berprestasi.
Sebut saja Fathul Khair Tabri, pernah menjadi Duta Baca Dompet Duafa Bogor (2017), Pemenang Scientific Essay di Universitas Brawijaya dan Universitas Indonesia (2017) dan Pemenang Kompetisi Nulis Indika Foundation (2020). Sementara Khaeriyah Nasruddin, sejak SMA pernah menjadi pemenang Pertama Sayembara Naskah Buku Pengayaan yang diadakan oleh Pusat Kurikulum Perbukuan Indonesia (2013), juga pernah menjadi Duta Literasi UIN Alauddin Makassar (2019). Adapun Mawar Fatmah, pemenang Favorit dalam lomba karya tulis ilmiah yang diadakan oleh Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (2013) dan kini sebagai pimpinan redaksi majalah Salo Saddang.
Dalam kegiatan ini ketiganya tidak hanya menyampaikan proses kreatif dalam menulis novel terbarunya namun turut membagi tips-tips dalam menulis.
“Perbanyak riset, nonton vlog, dengan menonton vlog kita bisa lihat bagaimana keseharian orang-orang di sana, kebudayaannya, dll. Paling penting juga adalah diskusi dengan teman yang tinggal di sana.” Tutur Khaeriyah Nasruddin. Syaneem merupakan novel perdana yang ditulisnya dengan mengangkat latar Turki.
Selama penulisan ketiganya juga berbagi saat mengalami writer’s block, hal ini memang penyakit yang akan dialami oleh setiap penulis. Fathul Khair Tabri memberikan tips yaitu setiap penulis harus menentukan tema besar sebelum menulis, memodifikasi plot cerita lain dan gunakan selalu What if.
- Forum Lingkar Pena dan Penerbit Yrama Widya Gelar Talkshow Buku Lintas Analisis Kritis
- Pendeta Melatok Ngaku Al-Kitab Tidak Murni: Jujur, Ada yang Ditambah dan Dikurang!
- Inovasi Organisasi Pengelola Zakat dalam Optimalisasi Penghimpunan Dana Zakat
- Bedah Buku, Kadir Halid: Selama Proses Hak Angket Tiga Kali Saya Didatangi KPK
- Bedah Buku, Kadir Halid: Selama Proses Hak Angket Tiga Kali Saya Didatangi KPK
Ketiga novel ini memang trilogi tapi memiliki cerita berbeda-beda. Setiap novel punya ceritanya sendiri dan tema yang diangkut beda, hanya saja yang menjadi kesamaan adanya bumbu-bumbu romance yang diberikan.
Mawar Fatmah hadir dengan menyajikan cerita berbeda, mengangkat gendre thriller-psikologi. Baginya genre ini cukup menantang dan dia tertarik menantang dirinya menulis dengan genre berbeda setelah sebelumnya sering menulis novel genre romance. Mawar Fatmah menjadikan mental illness sebagai tema sentral dalam novelnya, seperti Post traumatic stress disorder, alexithymia dan sosiopat.
“Kita semua harus mempelajari mental illness untuk menolong diri sendiri dan orang lain.” Jawab Mawar Fatmah saat ditanya kenapa tertarik menulis tentang mental illness.
Meskipun kegiatan ini dilaksanakan lewat daring tapi peserta yang hadir cukup banyak, tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa, ada juga guru dan siswa dari berbagai daerah. []

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.