Penutupan Holywings Bisa Naikkan Elektabilitas Anies, Refly Harun: Hasilnya Akan Tipis

Terkini.id, Jakarta – Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun memberikan pendapatnya terkait Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang mencabut izin usaha seluruh gerai Holywings Jakarta.

Menurut Refly, dicabutnya izin usaha Holywings yang diinisiasi oleh Anies bisa jadi akan menaikkan elektabilitasnya dalam Pilpres 2024 mendatang.

Refly melanjutkan bahwa elektabilitasnya bukan hanya akan naik di Jakarta, namun juga sejumlah daerah di Pulau Jawa.

Baca Juga: Disindir Selalu Kalah di Pilpres, Prabowo: Selama Diberi Nafas, Saya...

Refly membandingkan dengan turunnya elektabilitas terhadap Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo karena adanya kasus Wadas.

Refly menyebutkan jika kasus Holywings ini terbengkalai maka Anies bisa saja terkena dampaknya. Tetapi jika daerah lain juga mengikuti langkah Anies untuk menutup semua gerai Holywings, maka kepemimpinan Anies adalah sebuah hal yang akan ditiru oleh kepala daerah lainya.

Baca Juga: Jawab Sindiran Terkait Dua Kali Kegagalan di Pilpres, Prabowo Subianto:...

“Namun bagi mereka yang moderat, justru tidak melihat kebijakan Anies sebagai sesuatu yang istimewa, karena telah melihat Holywings sebagai common enemy,” ucapnya lewat channel YouTube Refly Harun, yang dilihat Sabtu 2 Juli 2022.

Selain itu Refly juga membeberkan sebuah fakta jika basis pendukung Ganjar dan Anies ternyata berbeda.

Refly menilai dukungan untuk Ganjar diperoleh dari masyarakat etnis Jawa yang juga pernah mendukung Presiden Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama.

Baca Juga: Jawab Sindiran Terkait Dua Kali Kegagalan di Pilpres, Prabowo Subianto:...

Di lain pihak dukungan Anies datang dari luar Jawa dan juga datang dari kelompok kanan.

“Namun ada pasar-pasar di tengah yang sedang diperebutkan dan mereka tengah memperluas basis dukungan,” bebernya.

Refly juga menjelaskan bahwa swing voters juga akan sangat menentukan untuk kemenangan dari salah satu kepala daerah tersebut. Oleh sebab itu basis dukungan harus semakin diperkuat oleh masing-masing calon.

“Hasilnya tentu nantinya akan tipis, seperti yang kerap diungkapkan di beberapa survei yaitu masih dalam margin of error,” tuturnya.

Bagikan