“Jangan sampai orang tua dan siswa bingung dengan skema baru. Sosialisasi harus menyentuh semua lapisan masyarakat,” ujar istri Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin tersebut.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Iqbal Najamuddin, menjelaskan bahwa mekanisme SPMB tahun ini akan mengedepankan jalur domisili berdasarkan jarak, usia, dan kemampuan akademik.
Untuk sekolah unggulan, jalur prestasi tetap menjadi acuan utama dengan proses seleksi yang melibatkan nilai rapor dan hasil Tes Potensi Akademik (TPA).
“Hasil TPA akan langsung diumumkan agar proses seleksi berlangsung transparan dan menghindari kecurigaan,” jelas Iqbal.
Ia juga menyampaikan bahwa siswa yang menghafal Al-Qur’an minimal 10 juz diberikan keleluasaan untuk memilih sekolah tujuan, meskipun tetap harus mengikuti proses seleksi.
- Di Business Forum IGS 2026, Wali Kota Makassar Akan Tawarkan Peluang Investasi Strategis
- Bedah Buku Ajoeba Wartabone Hidupkan Kembali Semangat Perjuangan Tokoh Bangsa dari Indonesia Timur
- Welcome Dinner IGS 2026 di Fort Rotterdam, Wali Kota Munafri Ajak Delegasi 28 Negara Mengenal Potensi Makassar
- Munafri Arifuddin: Makassar Siap Jadi Gerbang Kerja Sama Internasional Kawasan Timur Indonesia
- Wakil Gubernur Dukung Perluasan Program RISE untuk Perkuat Sanitasi Berkelanjutan di Sulsel
Dengan upaya yang menyentuh semua lini—dari subsidi sekolah swasta, peningkatan kualitas guru, hingga penyempurnaan SPMB—DPRD Sulsel berharap pendidikan di Sulsel semakin merata dan mampu mencetak generasi unggul dan berdaya saing tinggi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
