Terkini.id, Jakarta – Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi menilai bahwa Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok lebih banyak mencari sensasi dibanding mengurusi kerjaan.
Oleh sebab itu, ia menyarankan agar Ahok diberhentikan sebagai Komisaris Utama dan menjadi pengamat saja.
“Dari dulu Ahok itu dinilai lebih banyak sensasinya dari pada urus kerjaan pokoknya,” kata Muslim Arbi pada Minggu, 5 Desember 2021, dilansir dari RMOL.
Sebagaimana diketahui, belakangan, Ahok disoroti atas beberapa pernyataannya. Salah satunya adalah soal kontrak banyaknya kontrak yang ia nilai merugikan BUMN.
Selain itu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga sempat ramai dikritik karena menentang wacana pembelian mobil listrik asal Jerman.
- Ahok Tanggapi PDIP Usung Anies di Pilgub DKI Jakarta
- Termasuk Ahok, 6 Petinggi Kementerian BUMN Mendadak Dipanggil Menteri Erick Thohir
- PDIP Tanggapi Hasil Survei Cagub DKI Jakarta yang Sebut Ahok Top Of Mind
- Ahok Sindir Orang Pintar Bicara: Syukur Tuhan Izinkan Mereka Kerja
- Sering Disalahkan Jika BBM Naik, Ahok Angkat Bicara
Ahok pun dinilai membuat sensasi dengan mengumbar hal-hal internal Pertamina dan BUMN hingga membuat publik salah paham dalam menerima informasi tersebut.
Sikap Ahok itu lantas menuai respons beragam. Ada yang terperangah dan memuji, namun ada pula yang justru mempertanyakan mengapa Ahok mengumbar aib.
Muslim Arbi sendiri menilai bahwa Ahok tak cocok menjadi komisaris dan sebaiknya menjadi pengamat saja agar lebih leluasa membuat sensasi.
“Itu bukti kegagalan sebagai komisaris. Mendingan diberhentikan saja sebagai komisaris. Lebih baik jadi pengamat saja biar bisa buat banyak sensasi,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
