Terkini.id — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama pihak PLN Sulselrabar, Selasa 23 Juni 2020.
RDP tersebut menindaklanjuti laporan dan keresahan masyarakat terkait kenaikan tagihan listrik.
General Manager PT PLN (Persero) UIW Sulselrabar, Ismail Deu mengungkapkan lonjakan tagihan listrik dihitung berdasarkan tagihan listrik tiga bulan sebelumnya.
“Sistem yang melakukan rata rata tiga bulan sebelumnya. Misalnya tagihan bulan Maret, itu dihitung pemakaian rata-rata di bulan Desember, Januari dan Februari. Begitu juga bulan April, diambil rata-rata bulan Januari, Februari dan Maret,” kata Ismail.
Ia juga menyebut, selama masa pandemi covid-19 pemakaian listrik meningkat. Sebab semua aktifitas dikerja di rumah.
- PDAM Makassar Pastikan Tagihan Air Pelanggan Mengacu pada Data Stand Meter, Bukan Kenaikan Tarif
- Aliyah Mustika Ilham Paparkan Transformasi Smart City Makassar di Forum ASCN 2026
- Wakil Wali Kota Makassar Dukung Kolaborasi Kota Cerdas dan Pariwisata Budaya di ASCN 2026
- Jamsostek Award 2026 Sulsel Dimulai, Takalar dan Gowa Jadi Peserta Perdana Penilaian
- OTT KPK, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Ditangkap
“Tiga bulan sebelumnya pemakaian masih normal, mungkin belum ada kegiatan-kegiatan seperti disaat kita dirumahkan dan beraktifitas di rumah. Saat memasuki bulan puasa aktifitas dimulai jam 2-3 subuh, praktis pemakaian di rumah sudah mulai terjadi kelonjakan. mungkin masyarakat tidak merasakan,” ungkapnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Sulsel, Syamsuddin Karlos menyebut bahwa manajemen PLN Sulselrabar telah melakukan kesalahan. Bahkan dia sendiri merasakan kenaikan tagihan listrik, padahal rumahnya jarang ditempati.
“Jangan terlalu banyak alasan. bapak sudah mengakui bahwa hanya 40 persen anggota bapak turun foto meteran, itukan bapak sudah buat kesalahan,” sebut Politisi PAN Sulsel ini.
Ia meminta, pihak PLN Sulselrabar untuk mengakui kesalahan, agar pihak PLN bisa memperbaiki keselahannya.
“Ini haru ada penyelesaian kalau PLN tidak ada solusi untuk itu, bukan PLN nya yang kita tuntut, tetapi menajemennya. Jajaran PLN diganti aja kerjanya tidak benar,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
