Terkini.id — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama pihak PLN Sulselrabar, Selasa 23 Juni 2020.
RDP tersebut menindaklanjuti laporan dan keresahan masyarakat terkait kenaikan tagihan listrik.
General Manager PT PLN (Persero) UIW Sulselrabar, Ismail Deu mengungkapkan lonjakan tagihan listrik dihitung berdasarkan tagihan listrik tiga bulan sebelumnya.
“Sistem yang melakukan rata rata tiga bulan sebelumnya. Misalnya tagihan bulan Maret, itu dihitung pemakaian rata-rata di bulan Desember, Januari dan Februari. Begitu juga bulan April, diambil rata-rata bulan Januari, Februari dan Maret,” kata Ismail.
Ia juga menyebut, selama masa pandemi covid-19 pemakaian listrik meningkat. Sebab semua aktifitas dikerja di rumah.
- PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Dukung Akselerasi Pengembangan EBT Menuju Swasembada Energi
- Purnawirawan Polri Sulsel Berduka di Hari Polwan: Ketika Pengabdian Ditutup di Hari Lahir Korps
- PPBM-Kalla Institute Sukses Selenggarakan HR Collegia, Perkuat Kompetensi Praktisi HR dalam Mengelola SDM
- MABA Polbangtan Kementan Tegas Tolak Narkoba, Judi Online, dan Kekerasan di Area Kampus
- Pertamina Patra Niaga Sulawesi Perkuat Kesiapsiagaan Pasokan Avtur di Bandara Sultan Hasanuddin
“Tiga bulan sebelumnya pemakaian masih normal, mungkin belum ada kegiatan-kegiatan seperti disaat kita dirumahkan dan beraktifitas di rumah. Saat memasuki bulan puasa aktifitas dimulai jam 2-3 subuh, praktis pemakaian di rumah sudah mulai terjadi kelonjakan. mungkin masyarakat tidak merasakan,” ungkapnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Sulsel, Syamsuddin Karlos menyebut bahwa manajemen PLN Sulselrabar telah melakukan kesalahan. Bahkan dia sendiri merasakan kenaikan tagihan listrik, padahal rumahnya jarang ditempati.
“Jangan terlalu banyak alasan. bapak sudah mengakui bahwa hanya 40 persen anggota bapak turun foto meteran, itukan bapak sudah buat kesalahan,” sebut Politisi PAN Sulsel ini.
Ia meminta, pihak PLN Sulselrabar untuk mengakui kesalahan, agar pihak PLN bisa memperbaiki keselahannya.
“Ini haru ada penyelesaian kalau PLN tidak ada solusi untuk itu, bukan PLN nya yang kita tuntut, tetapi menajemennya. Jajaran PLN diganti aja kerjanya tidak benar,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
