Terkini.id, Jakarta – Anak korban pembunuhan Subang, Yoris angkat bicara soal puisi kematian yang diunggahnya di media sosial Facebook beberapa saat setelah kasus tersebut terjadi.
Diketahui, puisi Yoris yang merupakan putra tertua dari almarhumah korban pembunuhan Subang, Tuti Suhartini tersebut berisi soal kematian, kecemburuan, dan kebencian.
Terkait puisinya itu, Yoris mengungkapkan banyak orang tak melihat puisi itu secara keseluruhan.
Padahal, menurut Yoris, jika diperhatikan dengan seksama karya tulis itu bukan hanya bicara mengenai kematian melainkan juga bagaimana cara manusia menjalani hidup dengan baik.
“Untuk status di Facebook itu sebenarnya orang-orang pasti melihatnya tidak secara keseluruhan,” ujar Yoris.
- Bantah Tudingan Yoris Subang, Adik Yosef: Ayo Ketemu Kita Buktikan
- Tanggapi Kesaksian Yosef Subang, Pakar: Yoris dan Danu Tidak Terlibat
- Yoris Subang Pakai Kuasa Hukum Pejabat Top, Ini Reaksi Yosef
- Bukan Pengacara Sembarangan, Yoris Subang Pakai Kuasa Hukum Pejabat Top
- Putuskan Pakai Jasa Pengacara, Yoris Subang: Saya Merasakan Ada Kejanggalan
Hal itu diungkapkan Yoris dalam video wawancaranya yang tayang di kanal YouTube Heri Susanto, seperti dilihat pada Selasa 28 September 2021.
“Saya bukan bercerita tentang terjadinya pembunuhan, bukan, tapi saya bercerita tentang, apa ya, kita itu hidup harus dipergunakan sebaik-baiknya, itu sebenarnya kesimpulannya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Yoris pun memastikan bahwa puisi itu bukan dibuat olehnya melainkan hasil comot dari unggahan pengguna Facebook lainnya.
“Itu sebenarnya puisi bukan (buatan) saya, tapi dapet dari copy paste dari (akun) Facebook lain, tapi ini ngena kan,” tuturnya.
Mengutip Hops.id, berikut isi lengkap puisi kematian yang diunggah Yoris Subang lewat media sosial Facebook pribadinya.
“Kamu datang telanjang, kamu pergi telajang. Kamu tiba dalam kondisi lemah, kamu meninggalkan dunia pun dalam kondisi lemah.”
“Kamu datang dengan tanpa uang dan barang, kamu juga pergi tanpa uang dan barang.”
“Mandi pertamamu? Seseorang membasuhmu. Mandi terakhirmu? Seseorang akan memandikanmu. Inilah kehidupan!”
“Jadi mengapa begitu banyak kebencian, begitu banyak kecemburuan, begitu banyak pertengkaran, begitu banyak persaingan, begitu banyak keegoisan, dan begitu banyak kebanggaan?”
“Mengapa? Sementara kita harus pergi dengan tangan kosong? Jadilah orang baik, waktu kita terbatas di bumu. Jangan sia-siakan dengan hal yang sia-sia. Wallahualam.”
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
