Masuk

Anita Gah Anggota Komisi X DPR RI Memarahi Menteri Pendidikan Nadiem Makarim, Sebut Tak Bangga, Permasalahan Gaji PPPK

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Anita Gah Anggota Komisi X DPR RI tampak marah-marah. Ketika mengutarakan pendapatnya dalam rapat yang membahas penyesuaian RKA-K/L Tahun 2023 pada Senin, 26 September 2022.

Rapat kerja tersebut dihadiri oleh Komisi X DPR RI bersama Menteri Pendidikan Nadiem Makarim.

Dalam rapat tersebut sejumlah politisi di komisi yang membidangi pendidikan seoalah ramai-ramai menyerang Nadiem Makarim. Salah satunya adalah Anita.

Baca Juga: Nadiem Makarim Jadi Sasaran Amuk Anggota DPR : Masih Banyak Guru – Guru yang Menangis !

Kemarahan Anita sebagai anggota Komisi X itu disebabkan oleh Gaji PPPK yang belum cair serta PG yang belum mendapatkan formasi.

Anita Jacoba melontarkan kemarahannya ketika mendengar pernyataan Nadiem Makarim yang merasa bangga mendapat tepuk tangan dari para pemimpin negara di PBB.

Anita menyebut Nadiem Makarim tidak layak mendapat tepuk tangan, khususnya dari rakyat Indonesia.

Baca Juga: Nadiem Makarim Jadi Sorotan Setelah diamuk DPR, Dari Mana Sumber Besaran Gaji PPPK ?

Ia beralasan, sebab apa yang disampaikan Nadiem Makarim tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan.

 “Anda (Nadiem Makarim) boleh bangga tepuk tangan di PBB, tapi bagi kami tidak. Kami tidak bangga sama sekali. Karena persoalan di bidang pendidikan saat ini masih banyak.” Ujar Anita.

wakil rakyat asal NTT ini juga menyentil nasib para guru honorer serta P3K yang belum memperoleh gaji juga persoalan PPPK yang tidak kunjung diselesaikan oleh Mendikbud.

“Banyak sekali persoalan lebih khusus mengenai persoalan PPPK. Sampai saat ini mereka belum terima gaji. Banyak guru-guru menangis, mereka minta gaji. Untuk kebutuhan hidup mereka dan anak-anaknya, dengar itu dong pa Menteri.” Ucapnya.

Baca Juga: Bukan Hanya Tim Bayangan, Berikut Sederet Kebijakan Kontroversial Nadiem Makarim

“Kami itu berbicara dengan data yang ada, program ada, anggaran ada dirasakan oleh rakyat atau tidak. Kalau tidak dirasakan oleh rakyat bagi kami seorang Nadiem Makarim tidak berhasil.” Tegas Anita.

“Banyak kejanggalan dalam penggunaan dana. Mungkin kita akan mengakui menteri kita pintar. Tapi kita juga bukan bodoh-bodoh amat,” Ungkap Anita. 

Menurut anggota Komisi X DPR ini, orang di luar negeri boleh tepuk tangan karena mereka tidak tahu apa-apa. Lain halnya untuk mendapatkan tepuk tangan dari rakyat Indonesia harus memikirkan dan menyelesaikan persoalan yang ada di bawah kendalinya. 

“Itu yang harus anda pikirkan kalau anda mau mendapatkan tepuk tangan dari seluruh rakyat Indonesia.” Ujar Anita lagi.

Anita juga menyinggung permasalahan guru Pegawai Pemerintah yang sudah memperoleh Perjanjian Kerja, tapi lebih memilih untuk mengadu permasalahan ke Hotman Paris dibanding ke Kementerian ataupun Komisi X.