Aplikasi Al Quran Dihapus Apple di Negara China! Refly Harun Ingatkan Hal Ini

Terkini.id – Diwartakan sebelumnya bahwa Apple telah menghapus aplikasi untuk membaca Al Quran dan doa-doa Islam, yakni Quran Majeed, di China.

Penghapusan aplikasi Alquran tersebut rupanya dilakukan atas permintaan dari Pemerintah negara China sendiri.

Pihak pembuat aplikasi, PDMS, mengungkapkan bahwa aplikasi Al Quran tersebut dihapus dari App Store China lantaran berisi konten yang memerlukan dokumentasi tambahan dari otoritas China.

Baca Juga: Refly Harun Prediksi JK Jadi King Maker di Pilpres 2024:...

Atas kebijakan penghapusan aplikasi  Al Quran, Quran Majeed tersebut oleh Apple dari App Store China, pakar hukum tata negara, Refly Harun, turut memberikan komentarnya.

Refly Harun dibuat heran dengan alasan di balik keputusan untuk menghapus aplikasi Al Quran itu.

Baca Juga: Salim Said dan Refly Harun Bicara Soal Jokowi, PKI dan...

“Luar biasa ya. Hati-hati dengan China, karena negara yang mayoritasnya tidak beragama,” katanya dilansir dari kanal YouTube Refly Harun.

Refly Harun pun mengingatkan kembali soal aksi genosida yang pernah dilakukan terhadap warga muslim etnis Uighur di China beberapa waktu lalu.

“Tapi persoalan lainnya adalah dia melakukan genosida terhadap etnis Uighur, yang merupakan etnis muslim di China,” tambahnya.

Baca Juga: Salim Said dan Refly Harun Bicara Soal Jokowi, PKI dan...

Lebih lanjut, Refly Harun mengungkit perihal banyaknya kerja sama yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia dengan China.

“Bayangkan, kita paling hobi tuh bekerja sama dengan China yang punya track record justru meminggirkan Islam. Jadi kalau China agak sentimen dengan Uighur ya mungkin saja. Karena banyak orang yang khawatir dengan muslim movement ini,” jelasnya.

Menurutnya, terdapat beberapa aplikasi yang berkaitan dengan agama lainnya yang juga dihilangkan di negara tersebut.

“Rupanya aplikasi lain juga dihilangkan juga yang berbau agama. Ini kan persoalan, kita kadang-kadang sangat kagum dengan China di satu sisi, tapi jangan lupa bahwa China adalah negara yang memiliki tradisi yang berbeda dibandingkan dengan negara-negara lain,” ungkapnya.

Refly Harun tak lupa mengingatkan bahwa negara China memiliki banyak tradisi yang berbeda dengan negara lain, termasuk Indonesia sendiri.

Bagikan