Terkini.id, Makassar – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Makassar memberikan beberapa rekomendasi kepada Pemkot Makassar terkait rancangan aggaran yang telah disepakati.
Rekomendasi tersebut disampaikan Banggar DPRD Makassar kepada Pemkot dalam rapat paripurna penetapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2022 Makassar pada Jumar 30 September 2022 lalu.
Adapun APBD Perubahan yang telag disahkan yakni senilai Rp4,66 triliun, terdiri dari pendapatan daerah Rp3,98 triliun, belanja daerah Rp4,66 triliun, dan defisit anggaran mencapai Rp715,26 miliar.
Kemudian pembiayaan daerah, terdiri dari penerimaan senilai Rp722,76 miliar dan pengeluaran Rp7,5 miliar.
Dalam rapat paripurna tersebut, juru bicara Banggar DPRD Makassar Hasanuddin Leo berharap pemkot harus membelanjakan anggaran itu dengan asas jujur dan akuntabel.
- Krisis Air di Wilayah Utara Kota, Komisi B DPRD Makassar Turun Langsung Cek Jaringan Pipa
- Komisi B DPRD Makassar Sidak Toko Minol dan THM, Pastikan Izin dan Pajak Tertib
- DPRD Makassar Desak Dinas Pendidikan Larang Acara Perpisahan Siswa di Luar Sekolah
- Anggota DPRD Makassar Irwan Hasan Dorong Warga Aktif Laporkan Kendala Layanan di Kecamatan Mariso
- DPRD Makassar Soroti Pentingnya Akta Kematian dalam Validitas Data Pemilih
Selain itu, Banggar juga merekomendasikan Pemkot Makassar untuk mengevaluasi rencana Pemilu Raya RT/RW secara elektronik voting atau e-Voting.
Hasanuddin Leo bahkan menyebut DPRD Makassar menginginkan agar Pemilu Raya e-Voting dibatalkan dan dilakukan secara konvensional.
“Terkait anggaran Pemilu Raya yang berbasis e-Voting sebaiknya dievaluasi dan dikembalikan ke manual agar menghindari kecurangan,” ujarnya, dikutip dari Makassar Tribunnews.com, Minggu 2 Oktober 2022.
Rekomendasi Banggar DPRD Makassar selanjutnya adalah, Pemkot Makassar harus menyikapi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dengan program yang lebih nyata dan menyentuh ekonomi masyarakat.
Sebab, kenaikan BBM akan diikuti dengan kenaikan harga bahan, khususnya bahan pokok dan transportasi.
Seiring dengan itu sudah dapat dipastikan tingkat inflasi naik yang berakibat pada daya beli masyarakat menurun.
“Kondisi itu akan menambah kemiskinan dan berdampak pada kehidupan ekonomi masyarakat,” kata Hasanuddin.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
