Bantah Diimingi Uang, Peserta KLB Deli Serdang: Kita Dikasih Uang Tiket dan Minum Kopi Itu Wajar

Bantah Diimingi Uang, Peserta KLB Deli Serdang: Kita Dikasih Uang Tiket dan Minum Kopi Itu Wajar

R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id Jakarta – Sebelas kader DPD Partai Demokrat Maluku membantah diiming-imingi uang untuk mengikuti agenda Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sibolangit, Sumatra Utara, pada 5 Maret 2021.

Dilansir dari CNN Indonesia, peserta KLB tersebut yaitu dari masing-masing Plt Partai Demokrat Kota Ambon, pengurus Kabupaten Seram Bagian Timur, Wakil Ketua I Kabupaten Seram Bagian Barat, satu pengurus Kabupaten Maluku Tengah, Sekretaris Maluku Tenggara, dan sisanya anggota partai Demokrat Maluku.

Max Panturi, Plt Partai Demokrat Kota Ambon yang juga mantan anggota DPRD Maluku periode 2009-2015 membantah bahwa ada uang sebesar Rp100 juta.

Ia menegaskan bahwa keputusan untuk mengikuti KLB Deli Serdang adalah keinginan untuk mengubah Demokrat menjadi lebih baik.

“Kalau soal diiming-iming uang Rp100 juta tidak benar, soal duit-duit itu kami selalu tertib dan niat kami hanya satu, ingin mengubah Partai Demokrat ke arah yang lebih baik,” ucap Max pada Jumat, 12 Maret 2021.

Baca Juga

“Sekali lagi kita ingin perubahan, Partai Demokrat harus dipimpin secara jujur dan terbuka dalam tirani kepemimpinan, jadi tidak berurusan dengan duit-duit,” katanya.

Kendati demikian, Max mengaku bahwa mereka memang dibelikan tiket untuk pulang dan pergi dari lokasi KLB dan juga ‘uang minum kopi’.

Namun, Max mengatakan bahwa biaya-biaya yang ditanggung tersebut merupakan hal yang wajar sebab tidak mungkin mereka datang dengan uang pribadi.

“Kita dibelikan tiket itu wajar, tidak mungkin pergi ikut KLB dengan uang sendiri, ya dikasih uang minum kopi wajar ya, ditanggung tiket pulang pergi itu pasti, sekali lagi tidak mungkin pergi pakai uang pribadi,” katanya.

Sebelumnya, Gerald Piter Thomas yang mengaku sebagai peserta KLB Deli Serdang  mengatakan bahwa ia diiming-imingi uang sebanyak Rp100 juta agar mau mengikuti agenda tersebut pada 5 Maret 2021.

Pengakuan Gerald tersebut ditayangkan saat konferensi pers di Gedung DPP Demokrat, Jakarta Pusat, pada Senin, 8 Maret 2021.

“Saya ikut karena diiming-imingi uang besar 100 juta,” kata Gerald, dilansir dari CNN Indonesia.

Gerald juga mengaku bahwa ia tidak terima sebab uang yang akhirnya ia terima tidak sesuai dengan yang dijanjikan di awal.

“Saya tidak terima sama sekali karena saya sudah berkorban saya sudah melawan ketua DPC saya sehingga dipanggil dan ditambah uang Rp5 juta total kita dapat uang Rp10 juta,” keluhnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.