Bawaslu Makassar Ajak Masyarakat Perangi Politik Uang dan SARA

Bawaslu Makassar Ajak Masyarakat Perangi Politik Uang dan SARA

Muhammad Yunus

Penulis

Terkini.id, Makassar – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Makassar mengajak masyarakat menjadikan politik uang dan politisasi sara sebagai musuh bersama.

Ajakan tersebut tentu berdasar, mengingat politik uang dan politisasi sara merusak tatanan masyarakat. Tidak hanya terhadap penyelenggaraan Pemilihan Umum.

Politik uang juga secara langsung merendahkan martabat rakyat bahkan menghambat spirit demokrasi dan spirit konstitusi dalam melahirkan pemimpin dan wakil rakyat.

“Para calon atau partai tertentu yang menggunakan politik uang untuk menentukan siapa yang harus dipilih dalam Pemilu secara nyata merendahkan martabat rakyat, ” ungkap Ketua Bawaslu Makassar Nursari, Jumat 5 Maret 2019.

Politik uang secara sederhana dapat dipandang juga sebagai jebakan buat rakyat.

Baca Juga

Orang yang memakai uang untuk mencapai tujuannya sebenarnya sedang menyiapkan perangkap untuk menjebak rakyat. Bentuknya, politisi hitam ini tidak pernah mengajak rakyat untuk sama-sama memperjuangkan agenda perubahan, tetapi mengarahkan rakyat untuk hanya memenangkan sang calon semata. 

“Alhasil, setelah calon terpilih maka tidak ada sesuatu yang akan diperjuangkan karena sang calon akan sibuk selama 5 tahun atau periode tertentu untuk mengembalikan semua kerugiannya yang telah dikeluarkan untuk menyuap para pemilih,” jelas Nursari.

Nursari menambahkan, politik uang mematikan kaderisasi politik. Menurutnya, calon tentu merasa tidak memiliki beban kepada konstituennya, karena mereka menganggap keheberhasilannya sebagai sesuatu yang telah dibeli dari rakyat saat terjadi transaksi jual-beli suara.

Dari sinilah kematian terhadap kaderisasi,” katanya.

Politik uang hanya akan berujung pada korupsi, yang motifnya adalah untuk mengembalikan kerugian yang terjadi saat transaksi jual beli suara terjadi.

Politik uang akan membunuh transformasi masyarakat. Perubahan masyarakat ke arah yang lebih baik akan terhambat, bahkan mati jika proses demokrasi didominasi dengan uang.

Sehingga atas alasan-alasan diatas, Nursari memandang cukup, mengerahkan segala sumberdaya untuk memerangi politik uang.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.