Terkini.id, Makassar – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Makassar Nursari mengaku, sedang menelusuri 3 kasus dugaan pelanggaran pemilu ihwal politik uang (Money Politics). Dugaan itu, kata dia, terkonfirmasi dari daerah-daerah.
Meski demikian, Nursari enggan berkomentar terlalu jauh perihal oknum tersebut. Dia beralasan bahwa hal demikian masih dalam tahap investigasi.
“Hal ini baru akan dibawa ke tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) untuk dibahas secara bersama,” kata Nursari saat ditemui di Kantor LBH Makassar, Kamis, 11 April 2019.
Terkait wujud politik uang yang sementara diproses, Nursari mengatakan menjelang pemilu, standar politik uang memiliki tingkatan tertentu.
“Semakin dekat pemilu, mahar serangan fajar biasanya semakin tinggi angkanya. Untuk 3 kasus yang sedang diinvestigasi, ada yang sementara memberi, ada yang menjanjikan,” ungkapnya.
Nursari: Politik uang harus dijadikan musuh bersama
- Pilkada Palopo, Bawaslu Pastikan Ome Melanggar Administrasi Pencalonan
- Lanjutan Sidang MK, KPU Bulukumba Sebut Dugaan Pelanggaran Pilkada adalah Ranah Bawaslu
- Bawaslu: Kepsek 225 Cirowali Bisa Dijerat Dua Undang-undang
- Bawaslu Gowa Dinilai Tak Serius Tangani Laporan Dugaan Pelanggaran Pilkada Aurama dan Imam
- Video Viral di Soppeng Diduga Tunjukkan Aksi Money Politik, Bawaslu akan Selidiki
Menyikapi kondisi demikian, Nursari menegaskan sudah memberi imbauan pada jajarannya untuk melakukan patroli pengawasan menjelang pemilu 17 April mendatang.
“Semua pengawas pemilu itu, terutama di kecamatan, 24 jam harus terbuka dan melibatkan Panwas TPS untuk mengamankan daerahnya masing-masing,” katanya.
Di samping itu, kata Nursari, pihak pengawas Kecamatan pun harus cekatan untuk mengkonsolidasikan mulai dari kelurahan sampai pengawas TPS. Dengan adanya kejadian tersebut, Nursari mengatakan politik uang harus dilawan.
“Mudah-mudahan tidak marak, politik uang harus kita jadikan musuh bersama karena merusak tatanan demokrasi,” tutupnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
