Terkini.id, Makassar – Pria asal Iran yang diketahui bernama Siavash, berhasil menipu seorang wanita cantik yang berprofesi sebagai pengusaha di Makassar, Vivi Anna Maria.
Dalam aksi penipuannya itu, pelaku menyusun cara sedemikian rupa untuk mengelabui korbannya.
Bahkan, pelaku sampai mengaku pindah agama untuk meyakinkan korban.
Sang korban, Vivi, menceritakan awal mula perkenalan dirinya dengan pelaku.
Ia mengatakan mengenal pelaku yakni Siavash di gereja pada bulan Agustus 2018, melalui seorang kenalannya bernama Baback Kazeri yang juga asal Iran.
- Sulsel Raih WTP, BPK Temukan Persoalan Keuangan Serta Soroti Utang Beban dan Dana Bagi Hasil Rp705 Miliar
- Polres Jeneponto Gelar Sosialisasi KUHP dan KUHAP Baru Bersama PPNS, Satpol PP, dan Damkar
- Pupuk Indonesia Pastikan Penebusan Pupuk Bersubsidi di Amali dan Cina Sesuai HET
- Ferdinand Sinaga Perkuat Dokter Koboi FC, Siap Jadi Kuda Hitam di Wali Kota Makassar Cup 2026
- Harga Pupuk Subsidi di Bone Tembus Rp110 Ribu, DPRD Sulsel Soroti Dugaan Permainan Distribusi
Siavash mengaku kepada Vivi datang ke gereja tersebut untuk dibaptis dengan alasan mau menikah dengan pacar onlinenya, Sharareh Kohasteh.
“Saya ditelepon video call oleh Sharareh yang minta tolong agar Siavash dibaptis karena mereka mau menikah meski belum ketemu sama sekali,” cerita Vivi, Rabu, 5 Agustus 2020.
Namun anehnya, kata Vivi, sebulan kemudian jalinan hubungan romansa Siavash dengan Sharareh kandas di tengah jalan.
Hingga pada akhir Oktober 2018, Siavash tiba-tiba mendatangi Vivi untuk melamar.
Ketika itu, Vivi mengaku belum menyadari telah ikut dalam permainan drama Siavash.
Setelah memutuskan akan menikahi Vivi, pelaku mulai melancarkan aksinya dengan meminta tempat tinggal kepada Vivi.
“Karena mau menikah saya beri tempat di rumah, di The Mutiara, Pettarani,” ujar Vivi.
Siavash, kata Vivi, tak bisa berbahasa Inggris dan Indonesia dengan baik. Oleh karena itu, ia meminta bantuan Barack untuk menjadi penerjemah dan dibayar 3 juta per bulan.
Belakangan Vivi menyadari Barack adalah pengatur lakon penipuan tersebut bersama Sharareh.
“Siavash menyukai barang-barang bagus, parfum yang mahal, baju mahal dan selalu saya bawa ke Jakarta dan Malaysia untuk stampel pasportnya,” ujarnya.
Vivi melanjutkan, pada bulan Desember 2018, Siavash selalu marah-marah dan mencari gara-gara dengannya dengan alasan anaknya selalu menelpon dan mengancam datang bersama ibunya.
“Siavash balik ke Iran tanggal 1 Januari 2019, saya membekali 1 laptop seharga 16 juta dan uang 35 juta untuk membeli bibit bunga Safron,” katanya.
“Rencana pernikahan kami 12 Januari 2019 yang disepakati, tapi jelang hari pernikahan, Siavash dingin-dingin saja, saya tawarkan tiket pulang ke Indonesia dia menolak,” sambungnya kemudian.
Padahal, kata Vivi, sebelumnya tiap hari Siavash yang meminta untuk menikah dan berjanji akan balik ke Indonesia untuk menikahi dirinya.
Awal terbongkarnya modus penipuan yang dialami Vivi ini, setelah seseorang yang ia kenal memperlihatkan Siavash bersama pacarnya Sharareh berada di sebuah mal di Jakarta.
Belakangan Vivi menyadari bahwa dirinya telah menjadi korban penipuan yang dilakukan Siavash bersama pacarnya Sharareh dan Baback Kazeri untuk mendapatkan sejumlah uang darinya.
“Ternyata empat hari kemudian ada yang kasih saya foto, dia lagi jalan bersama Sharareh di Mal Jakarta, pada bulan Juli dan September tahun lalu,” katanya.
Akibatnya, Vivi mengalami kerugian ratusan juta rupiah, karena membiayai kebutuhan Siavash yang ternyata merupakan skenario dari ketiga pelaku untuk menipu Vivi.
“Jadi mereka punya agenda untuk mendekati perempuan kaya di Indonesia. Mereka ini sindikat. Dia ini mau rumah karena dia sempat minta dibelikan rumah,” ujarnya.
Setelah menyadari dirinya menjadi korban penipuan yang dilakukan tiga WNA asal Iran tersebut, wanita Makassar kemudian melaporkan kejadian penipuan para pelaku ke pihak kepolisian.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
