Begini Tanggapan Manajemen Indomaret Terkait Ancaman Boikot Akibat Kasus THR 2020

Terkini.id, Jakarta – PT Indomarco Prismatama selaku perusahaan pengelola ritel modern Indomaret menyampaikan tanggapannya terkait ancaman boikot dari buruh. 

“Kami kira semua dapat berpikir dan bertindak jernih, serta proposional,” kata Direktur Pemasaran Indomarco Prismatama Wiwiek Yusuf dihubungi Antara di Jakarta Selasa,18 Mei 2021 yang dilansir dari jpnn.com.

Wiwiek meyakini tidak ada kekhawatiran yang berarti dari manajemen Indomaret yang memiliki gerai 18.603 di seluruh Indonesia. Termasuk jika konsumen pindah ke ritel kompetitor. 

Baca Juga: Keterlaluan! Ternyata Masih Ada Pengusaha Tega Potong Gaji Karyawan secara...

“Kami tetap berpikir positif” lanjut Wiwiek. 

Ia menambahkan jika Indomaret akan terus meningkatkan layanan yang lebih baik di berbagai ritel yang tersebar di tempat-tempat strategis di beberapa daerah. 

Baca Juga: Presiden KSPI: 5 Agustus, Puluhan Ribu Buruh di Indonesia Siap...

Diketahui Presiden Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Riden Hatam Aziz mengancam akan melakukan pemboikotan produk Indomaret karena konflik yang terjadi antara anggotanya dengan manajemen PT Indomarco Prismatama (grup Indomaret).

Berawal dari adanya seorang pegawai Indomaret yang merupakan anggota FSPMI bernama Anwar Bessy menuntut THR 2020 yang belum dibayarkan secara penuh. 

Kemudian, Anwar dipidanakan karena dikatakan telah merusak salah satu fasilitas milik Indomarco Prismatama.

Baca Juga: Presiden KSPI: 5 Agustus, Puluhan Ribu Buruh di Indonesia Siap...

Sedangkan pihak Indomarco Prismatama sendiri menegaskan jika Indomarco Prismatama tidak pernah menunggak pembayaran THR kepada para pegawainya. 

Sementara itu Wiwiek juga menyatakan jika pihaknya akan tetap memproses kasus kerusakan yang dilakukan oleh Anwar pada 2020. 

Bagikan