Berikut Empat Peristiwa Paling Miris di Jeneponto Viral di Bulan Juli 2019

Berikut Empat Peristiwa Paling Miris di Jeneponto Viral di Bulan Juli 2019

EP
Syarief
Echa Panrita Lopi

Tim Redaksi

Terkini.id,Jeneponto – Kecamatan Bangkala merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Jeneponto yang memiliki 11 Desa dan 3 Kelurahan.

Kecamatan Bangkala dihuni kurang lebih 85 persen penduduk yang berprofesi sebagai petani dan dikenal kental dengan karakter khas yang di kenal ramah, namun memiliki karakter jiwa yang keras terhadap tradisi adat Bangkala

Di tahun 2019, tepat di bulan Juli ini warga kecamatan Bangkala membuat suatu penomena dimana pada bulan Juli 2019 terjadi 4 kasus besar yang sangat viral di media sosial.

Pada tanggal 8 Juli 2019, seorang wanita nekat menghabisi nyawanya dengan minum racun yang diduga motif karena uang panaik.

Menurut informasi yang dihimpun terkini.id, Selasa 9 Juli 2019, kedua sejoli itu telah lama berpacaran dan sebelum bulan Ramadan lalu, Ramli melamar kekasih sejatinya tersebut.

“Sebelum bulan puasa yang lalu perempuan itu dilamar, orang tuanya perempuan merestui dengan uang Panai sebanyak Rp15 juta, tapi Ramli hanya mampu Rp10 juta,” kata salah seorang warga Desa Banrimanurung, Kecamatan Bangkala Barat yang merupakan kampung halaman almarhum Cia.

Akibat depresi yang diduga karena orang tuanya menolak uang panai Rp 10 juta, Cia pun nekat menghabisi nyawanya sendiri dengan minum racun serangga di rumah Ramli pada Senin 8 Juli 2019.

Tanggal 19 Juni 2019,Oknum anggota Kepolisian Resor Kabupaten Takalar tersandung kasus penganiyaan di Cafe Karamaka, Desa Banrimanurung, Kecamatan Bangkala Barat Kabupaten Jeneponto.

Penganiayaan oleh oknum anggota Polres Takalar atas nama Bripka Wahab dilakukan di Cafe Karamaka sekitar pukul 01.00 WITA kepada seorang perempuan pelayan cafe yang bernama Indah (23) warga Jalan Merpati Kabupaten Bantaeng.

Menurut pelaksana tugas Kasubag Humas Polres Jeneponto AKP Syahrul, penganiayaan terjadi saat korban menolak untuk melayani nafsu bejat pelaku.

“Dari informasi yang didapatkan, korban sempat keluar cafe untuk makan bakso setelah menolak ajakan pelaku yang sedang berpesta minuman keras,” kata AKP Syahrul.

Pada tanggal 20 Juli 2019, Bahtiar (28) tewas di Kampung Paranga,  Desa Kapita, Kecamatan Bangkala, Jeneponto. Bahtiar tewas  akibat disiram air panas oleh seorang wanita bernama Aminah (30) yang merupakan istrinya pertamanya.

Menurut, Kasat Binmas Polres Jeneponto, AKP Syahrul menjelaskan korban disiram air panas saat sedang tidur di rumahnya di kampung Paranga.

“Pada Sabtu 13 Juli 2019 lalu, Aminah nekat menyiram suaminya  yang sedang tidur dengan air mendidih yang baru dia masak,  korban Bahtiar sedang tidur,” kata AKP Syahrul.

Dan pada tanggal 24 Juli 2019, Dua orang tewas pada hari yang sama di Jeneponto, Rabu 24 Juli 2019.

Diduga motif cemburu, Daeng Kulle menghabisi nyawa Mappaence Daeng Ngalle, Rabu dini hari, 24 Juli 2019 sekitar pukul 04.30 Wita. Dari informasi yang dihimpun terkini.id, korban dibunuh setelah pulang melaut.

Dg Kulle memarangi korban pada bagian leher, pelipis sebelah kiri, dada sebelah kanan,lengan tangan, pada bagian punggung, yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Daeng Kulle pun tewas di RSUD Lanto Daeng Pasewang Kabupaten Jeneponto pada pukul 09.20 Wita akibat amukan massal Kampung Batu Le’len Desa Mallasoro Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.