Terkini.id, Makassar – Kepala Dinas DPM-PTSP Kota Makassar Andi Bukti Djufrie mengatakan sekitar 50 hotel yang telah merampungkan proses administrasi untuk mendapatkan dana hibah pariwisata.
“Kita menggunakan aplikasi online, by sistem. Jadi kalau tidak memenuhi pasti ditolak, beda kalau manual,” kata Bukti di Balai Kota Makassar, Kamis, 4 Februari 2021.
Beberapa persyaratan administrasi yang dibutuhkan dari pihak hotel, kata Bukti, mulai dari PBB yang harus dilunasi, alas hak, dan IMB.
Bukti bercerita pada saat proses pengumpulan administrasi, ada salah satu hotel yang memiliki IMB dengan izin membangun rumah. Hal itu, kata dia, berasal dari hotel kecil di Makassar.
Namun, kata Bukti, dirinya memberi waktu untuk segera merampungkan administrasi yang dibutuhkan. Akhirnya, kata dia, sekitar 50 hotel berhasil merampungkan administrasi proses perizinan.
- Muzayyin Arif Minta Kubu Mufassir Tunjukkan Bukti Tanah Wakaf Pesantren yang Dijual
- Rural ICT Camp 2026 di Maros Dorong Teknologi Digital untuk Perkuat Ketahanan Pesisir
- Inovasi Rewata, Bupati Jeneponto Serahkan Adminduk Bayi Baru Lahir di RSUD Lanto Daeng Pasewang
- Pertanian Bone Bersiap Naik Kelas, Polbangtan Kementan Bawa Solusi SDM dan Teknologi
- 702 Batang Kayu Besi Ilegal Diselundupkan dari Buton, Gakkumhut Sulawesi Kantongi Nama Pemilik dan Pembeli
Sebelumnya, Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin beralasan pencopotan Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar Rusmayani Madjid lantaran lamban mengeksekusi dana hibah pariwisata.
Akibatnya, kata dia, pihaknya mengambil keputusan dengan mencopot Kepala Dinas Pariwisata. Rudy mengatakan dirinya juga telah meminta maaf kepada PHRI terkait hal tersebut.
Rudy mengatakan yang menggantikan Rusmayani Madjid adalah Sekretaris Dinas Pariwisata, Kamelia.
“Saya butuh percepatan ini. Kemarin kan kita di demo,” kata Rudy Djamaluddin, Kamis, 4 Februari 2021.
Rudy mengatakan dana pariwisata sangat penting di tengah pandemi saat ini. Rudy mengaku bersalah ke PHRI. Pasalnya, kata dia, dirinya menjadi penanggung jawab Pemerintah Kota Makassar.
“Kalau kita kerja kurang semangat maka terjadi perlambatan-perlambatan, akibatnya tidak turun (cair) sehingga saya butuh pertepatan,” kata Rudy.
Dia mengatakan tidak mau menutupi kesalahan anggota. Rudy mengatakan secara internal dirinya tidak mentolerir kerja-kerja yang lambat.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
