Masih Panas! Buntut Dideportasi Singapura, UAS: Mengapa Orang Berbeda Agama dengan Kita Masih Hidup?

Terkini.id, Jakarta – Kali ini Ustaz Abdul Somad atau UAS berdakwah soal etika bertetangga berbangsa. Ia menyinggung soal mengapa orang nonmuslim masih hidup di dunia.

Buntut UAS dideportasi Singapura beberapa waktu lalu masih menjadi perbincangan publik. Rekaman video UAS berceramah soal etika bertetangga sesama negara disebar di media sosial Twitter @UAS_AbdulShomad.

Ulama asal Asahan, Sumatera Utara ini mempertanyakan mengapa orang nonmuslim masih dibiarkan hidup. Ia juga menyebut tempat-tempat ibadah mereka juga masih dibiarkan berdiri.

Baca Juga: Mahathir Nyatakan Kepulauan Riau dan Singapura Milik Malaysia, Netizen: Provokasi...

“Tidak pernah kita memaksa orang lain untuk masuk ke dalam agama kita. Bagaimana etika bertetangga berbangsa? Kalau orang yang berbeda agama denganmu itu tidak mengusir kamu dari kampung halaman kamu, tidak memerangi dan membunuh kamu, kamu boleh berbuat baik kepada mereka,” ujar UAS dikutip Terkini.id, Minggu, 22 Mei 2022.

Tangkapan layar ceramah UAS soal Etika Bertetangga Berbangsa/ Twitter

UAS juga mengatakan boleh berbuat adil kepada mereka yang tidak memerangi umat Islam. Lantas UAS pun justru bertanya mengapa umat nonmuslim masih dibiarkan hidup sampai sekarang di negeri Mesir yang sebagian besar umat Islam.

Baca Juga: Senasib Dengan UAS, Aktivis KAMI Ditolak Masuk Singapura

“Sampai hari ini ada nonmuslim di Mesir padahal Sholahuddin Al Aiyub berkuasa. Berbagai macam kekuasaan, Bani Umayyah, Bani Abbasyiah, Turki Usmani, mengapa masih ada orang berbeda agama dengan kita hidup? Tempat ibadahnya tidak diganggu?” sambung ustaz jebolan Al Azhar Mesir itu.

“Karena Islam datang wama arsalnaka illa rahmatan lil alamin,” lanjut UAS dengan menyebut Q.S Al Anbiya ayat 107 yang artinya ‘Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam’.

Beberapa waktu lalu, diketahui UAS tidak diterima masuk oleh keimigrasian Singapura pada Senin, 16 Mei 2022. Pendakwah asal Asahan, Sumatera Utara itu sempat ditahan dan akhirnya dipulangkan ke Indonesia.

Baca Juga: Senasib Dengan UAS, Aktivis KAMI Ditolak Masuk Singapura

Saat kejadian penahanan itu, UAS sempat memberi tahu publik bahwa ia ditahan di suatu ruangan sempit layaknya penjara.

“UAS di ruang 1×2 meter seperti penjara di imigrasi, sebelum dideportasi dari Singapore,” kata Ustaz bergelar Datuk Seri Ulama Setia Negara itu melalui Instagramnya.

Kekinian UAS telah mengunjungi pesantren di daerah Sumenep, Jawa Timur. Ada berita yang menyebutkan bahwa kedatangan UAS di Sumenep ditolak oleh ratusan santri di sana. Namun, nyatanya justru Ustaz yang khas dengan logat Melayu itu disambut oleh ribuan jemaah yang hendak mendengar ceramahnya.

Bagikan