Calon Wali Kota Muhammad Ismak, Sudah Ambil Formulir Pendaftaran di Golkar

Tim Muhammad Ismak mengambil formulir di DPD II Golkar Makassar.

Terkini.id — Bakal Calon Walikota, Muhammad Ismak turut mendaftar di penjaringan usungan Calon Walikota Partai Golkar Makassar, Rabu 25 September 2019.

Ismak menjadi pendaftar ke-14, yang dikuasakan ke Moch Hasymi Ibrahim sebagai tim, dan diterima sekretaris Tim Penjaringan Partai Golkar Makassar, Arham Suppu.

“Kami sudah membuka pendaftaran sejak 21 September dan berakhir sampai 27 nanti, tapi pengembalian kami formulir kami akan bukan sampai pukul 24.00, 27 September nanti,” ungkap Arham.

Tim penjaringan Golkar juga mengungkapkan bahwa selanjutnya berkas yang dikembalikan akan diseleksi untuk kemudian diajukan ke DPD I Golkar Sulsel untuk diadakan fit and proper test.

Ismak lewat Hasymi, mengungkapkan pihaknya dalam kontestasi Pilwalkot Makassar 2020 ini mempertimbangkan semua peluang untuk ikut dalam bursa Pilwalkot Mendatang.

“Prinsipnya jelas sesuai petunjuk pak Ismak, sejauh sesuai dengan kaidah demokrasi yang benar dan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku pasti kami akan mempertimbangkan semua peluang termasuk dengan mendaftar dalam penjaringan Golkar Makassar,” ungkap Hasymi

Seperti diketahui, saat ini Golkar mengontrol 5 kursi di DPRD kota Makassar hasil pemilu 2019.

Komentar

Rekomendasi

Rutan Kelas I Makassar Ajak Insan Pers  Kolaborasi Dukung Resolusi Pemasyarakatan 2020

Amirulllah Nur Siap Bangun Koalisi PKB dan PPP di Pilkada Maros

Dorong Peningkatan Smart City, Pemkot Hadirkan 50 Pengusaha Jepang

Kasus Dugaan Korupsi APBD, Dispora Penuhi Panggilan Polisi

Polemik Aplikasi Pengukur Kinerja ASN, Ini Penjelasan Staf Khusus Walikota Makassar

Kisruh ASN Pemkot Makassar Soal TPP Telah Selesai

Sidak Pasar Baru, DKP Makassar Temukan Produk Kedaluwarsa

Ini Tanggapan Gubernur Terkait Pilwali Makassar Masuk Kategori Rawan Konflik

Joki Tes CPNS di Makassar Ditangkap

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar