Warga Makassar Butuh Figur Baru di Pilwalkot

Ketua Umum DPP Asosiasi Advokat Indonesia (AAI), Muhammad Ismak

Terkini.id — Pasca pemilihan Walikota 2018, yang memenangkan kotak kosong, kota Makassar baru akan memiliki Walikota definitif tahun depan.

Hiruk pikuk pemilihan walikota dan momen pemilu tahun ini membuat warga Makassar tampak jenuh apalagi wajah lama masih menghiasi Pilwakot tahun depan.

“Bisa jadi kejenuhan masyarakat berasal dari kejenuhan mereka terhadap eksistensi figur-figur lama yang ternyata tidak cukup bisa menghadirkan perubahan,” jelas Arief Wicaksono akademisi Unibos Makassar.

Sehingga menurut pengamat politik ini, Pilwakot 2020 kedepan perlu figur-figur baru yang masih muda tapi cukup berpengalaman dan juga punya kapasitas dan kapabilitas serta integritas yang cukup baik.

Lanjutnya, figur-figur yang baru pun belum tentu benar-benar baru sebab ada juga figur berganti tetapi dibelakangnya adalah ‘pemain’ lama. Tetapi ada juga figur yang betul-betul baru. Biasanya mereka berasal dari kalangan profesional seperti pengusaha,dokter atau pengacara.

Menarik untuk Anda:

Salah satu yang beberapa bulan ini gencar bersosialisasi adalah Muhammad Ismak yang saat ini tercatat sebagai owner kantor hukum Ismak Advocaten di Jakarta.

Bagi ketua umum DPP Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) ini, kontestasi Pilwakot harus digelar dengan berbasis gagasan bukan pragmatisme politik.

“Saya ingin bertarung dengan gagasan bukan politik transaksional,” ungkap Ismak.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Dokter Fadli Mulai Sosialisasi, Dapat Dukungan Dari Bupati Sidrap

Gubernur Sulsel Laporkan Kondisi Persiapan Tahapan Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar